Saddil Ramdani Tersandung Kasus Penganiayaan Perempuan

Ekspresi Saddil Ramdani setelah mencetak gol pertama Indonesia ke gawang Filipina dalam lanjutan penyisihan Grup A Piala AFF U-19 di Sidoarjo, Kamis (2/7/2018) malam. (Twitter - @pssi)
02 November 2018 14:55 WIB Newswire Indonesia Share :

Solopos.com, CIKARANG - Winger Timnas Indonesia, Saddil Ramdani, tersangkut kasus penganiayaan terhadap seorang perempuan. Kasus itu membuat Saddil terancam dicoret dari skuat Timnas Indonesia untuk Piala AFF 2018.

Seperti diketahui, Saddil masuk dalam 23 pemain yang dipanggil pelatih Timnas Indonesia, Bima Sakti, untuk Piala AFF 2018. Dia sebelumnya tampil di Piala Asia U-19. Saddil sendiri berada di Lamongan selepas tampil di Piala Asia U-19.

Nah, dia lantas dilaporkan ke Polres Lamongan pada Jumat (2/11/2018). Dia diduga melakukan penganiayaan terhadap seorang perempuan berinisial AR. Insiden itu terjadi di belakang mes Persela Lamongan, Kamis (1/11/2018). Saddil diduga mencakar pipi korban.

Akibatnya, Saddil pun absen di hari pertama pemusatan latihan Timnas Indonesia di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang. Dia menjadi satu-satunya pemain yang absen dari 23 nama yang dipanggil.

"Ya mungkin wartawan sudah mengerti kenapa. Yang pasti akan kita pertimbangkan yah masalah ini, karena ini di luar sepak bola dan memengaruhi juga buat pemain," kata Bima Sakti seperti dikutip dari Suara.com.

"Tadi kepada pemain saya sudah sampaikan satu tekad kepada pemain untuk menekankan nilai-nilai di dalam timnas yang harus dijaga. Karena kita bukan hanya di dalam lapangan saja, tapi di luar lapangan juga harus menjaga sikap. Karena kami ini menjadi model dan contoh bagi anak-anak muda. Sehingga harus berikan contoh yang baik," sambungnya.

Lebih lanjut, Bima mengatakan pihaknya akan melakukan rapat malam ini untuk memutuskan nasib Saddil. Beberapa opsi sudah disiapkan apabila pada akhirnya Saddil dicoret dari skuat Timnas Indonesia.

"Kita akan rapat dahulu untuk memutuskan. Kalau pengganti banyak sih opsi yah. Sebenarnya kemarin kita akan panggil juga pemain sampai 26 (pemain). Cuma ya saya pikir ingin pulangkan pemain di dekat turnamen akan mulai, saya enggak tega juga. Makanya saya langsung tunjuk 23 saja," tutup Bima.

Sumber : Suara.com