Menuju Piala AFF 2018, Timnas Indonesia Dilepas dengan Teriakan Indonesia Juara

Timnas Indonesia (Pssi.org)
06 November 2018 22:25 WIB Chrisna Chaniscara Dunia Share :

Solopos.com, JAKARTATimnas Indonesia dalam kondisi siap tampur menjelang laga perdana Piala AFF 2018 melawan Singapura di Stadion Nasional, Singapura, Jumat (9/11/2018). Publik Indonesia memendam ekspektasi besar terhadap Tim Garuda agar dapat berprestasi di turnamen tersebut.

Setelah menjalani latihan pagi, Timnas bertolak ke Singapura melalui Bandara Soekarno Hatta, Selasa (6/11/2018) petang. Sebelum berangkat, Stefano Lilipaly dkk, mendapat sambutan hangat saat keluar dari Hotel Grand Zuri, Cikarang, tempat mereka menetap sepanjang mengikuti pemusatan latihan.

Para suporter Timnas serta karyawan hotel tampak antusias memberi semangat pada Merah Putih untuk bertanding di Piala AFF. “Indonesia juara!,” demikian pekik para suporter seperti dilansir Liputan6.com, Selasa. Sejumlah pemain pun membalasnya dengan meneriakkan kalimat serupa.

Pada Piala AFF kali ini, Indonesia tergabung di grup neraka bersama tuan rumah Singapura, Filipina, Timor Leste dan juara lima kali, Thailand. Hasil laga melawan Singapura diprediksi bakal sangat krusial untuk menentukan lolos tidaknya Timnas ke babak selanjutnya.

Setelah menjalani latihan pagi, tim nasional Indonesia bertolak ke Singapura melalui Bandara Soekarno Hatta, Selasa (6/11/2018) petang WIB. Indonesia akan menjalani laga perdana babak penyisihan Grup B Piala AFF Suzuki 2018 melawan tuan rumah Singapura pada hari Jumat mendatang.

Pelatih Timnas, Bima Sakti, mengatakan tak ada kendala dalam kondisi anak asuhnya jelang laga perdana. “Semuanya bagus, Stefano Lilipaly juga sudah fit,” ujar Bima Sakti seperti dilansir PSSI.org.

Sang pelatih mengaku hanya mematangkan latihan set piece jelang keberangkatan tim ke Singapura. Antisipasi bola mati ditekankan karena timnya tak jarang kecolongan dalam kondisi bola mati. Lebih jauh Bima menegaskan tak ada lagi porsi latihan berat karena itu akan mengganggu konsentrasi pemain. “Kami akan fokus terhadap organisasi pemainan,” tutur pelatih 42 tahun itu.