Monaco Tersingkir, Mimpi Buruk Henry Berlanjut

Thierry Henry (Reuters/Eric Gaillard)
07 November 2018 20:25 WIB Hanifah Kusumastuti Dunia Share :

Solopos.com, MONACO - Kepulangan Thierry Henry ke AS Monaco sebagai pelatih sempat digadang-gadang sebagai dongeng yang indah. Nyatanya, tidak ada bulan madu bagi Henry. Eks pemain Arsenal itu justru terus mengalami mimpi buruk sejak kembali ke klub yang membesarkannya tersebut.

Henry tidak sekalipun meraih kemenangan dalam lima laga pertamanya sejak menangani Monaco. Kekalahan paling memalukan dialami Monaco ketika dibantai Club Brugge empat gol tanpa balas pada matchday keempat Grup A Liga Champions di Stade Louis II, Monaco, Rabu (7/11/2018) dini hari WIB.

Pemain Club Brugge, Hans Vanaken, dua kali merobek gawang Monaco, salah satunya dari titik penalti. Sedangkan dua gol lain tim tamu masing-masing disokong Wesley dan kapten Ruud Vormer. Ini merupakan kekalahan paling memalukan Monaco dalam laga kandang dalam sejarah mereka di Liga Champions.

Yang paling buruk, pasukan Henry dipastikan terdepak dari Liga Champios musim ini. Itu karena Monaco hanya meraup 1 poin dalam dua laga tersisa. Mereka tidak bisa lagi menggeser dua tim teratas Grup A, Borussia Dortmund dan Atletico Madrid, yang masing-masing menggenggam 9 poin.

"Gol tidak merefleksikan laga ini namun di Liga Champions, jika Anda tidak bisa mencetak gol, maka Anda akan berada di situasi seperti ini. Meski kami memiliki start apik, kami gagal mencetak gol. Setelah itu kami kebobolan tiga gol dalam tempo 12 menit, ini parah. Kami kembali membiarkan peluang dan kami berhenti bermain. Saya kecewa reaksi kami setelah tertinggal. Kami memulai laga dengan baik. Namun kami seperti berhenti bermain dan itu sangat mengakhawatirkanku," jelas Henry, seperti dilansir goal.com.

Mentalitas semifinalis 2017 ini benar-benar terpuruk. Monaco memperpanjang puasa kemenangan menjadi 15 pertandingan di semua kompetisi. Henry yang menggantikan posisi Leonardo Jardim pada medio Oktober lalu masih belum mampu membuat Monaco bangkit dari keterpurukan.