4 Tim Berpeluang Lolos, Persaingan Grup C Liga Champions Sengit!

Red Star Belgrade vs Liverpool (Reuters/Marko Djurica)
07 November 2018 22:25 WIB Hanifah Kusumastuti Dunia Share :

Solopos.com, LONDON — Persaingan untuk memperebutkan dua lembar tiket ke babak 16 besar Liga Champions dari Grup C benar-benar sengit. Keempat tim di grup neraka ini masih sama-sama memiliki peluang untuk lolos ke fase knock-out dalam dua laga tersisa.

Itu terjadi setelah pada matchday keempat, Liverpool menelan kekalahan tragis 0-2 dari Red Star Belgrade, Rajko Mitic Stadium, Belgrade, Serbia, Rabu (7/11/2018) dini hari WIB. Sementara Napoli versus Paris Saint Germain (PSG) berakhir imbang 1-1 di San Paolo, Naples.

Napoli dan Liverpool menempati posisi dua teratas dengan mengoleksi poin yang sama, masing-masing 6 poin. Disusul kemudian, PSG di urutan ketiga dengan 5 poin dan Red Star dengan 4 poin. Liverpool harus melewati jalan terjal jika ingin lolos ke babak selanjutnya. Dalam dua laga tersisa di Grup C Liga Champions, James Milner dkk. harus melakoni partai berat.

Pertama, mereka harus bertandang ke markas PSG pada 29 November 2018 nanti, serta menjamu Napoli pada laga penutup grup pada 12 Desember 2018 mendatang. Untuk menggaransi minimal finis di posisi kedua Grup C dan lolos ke fase knock-out, Liverpool wajib mengalahkan PSG sementara Red Star gagal menundukkan Napoli di San Paolo pada matchday kelima.

Atau, Liverpool harus menang dengan selisih dua gol saat menjamu Napoli tanpa memedulikan hasil PSG versus Red Star pada laga pamungkas grup. Itu terjadi karena pada pertemuan pertama, Liverpool kalah 0-1 dari Napoli.

Saat turun di Rajko Mitic Stadium, Liverpool kekurangan kreativitas di lini tengah dan tidak memiliki ketajaman mumpuni di barisan depan. Teriakan dan yel-yel dari pendukung Red Star yang memenuhi Rajko Mitic Stadium sukses mengintimidasi pasukan Klopp. Meski tidak menyertakan Xherdan Shaqiri karena alasan politik ke kandang Red Star, Liverpool tetap menjadi sasaran teror publik tuan rumah.

“Bukan hanya suaranya. Atmosfer nyanyian, suara, semua bijak, tidak masalah, hanya atmosfer setelah gol kedua, semuanya bisa merasakan [tekanan],” lanjut Klopp.