Ini Alasan Arsenal Tak Perpanjang Kontrak Ramsey

Aaron Ramsey (Reuters)
21 November 2018 19:25 WIB Ahmad Baihaqi Dunia Share :

Solopos.com, LONDON - Arsenal memilih untuk tak memperpanjang kontrak Aaron Ramsey. Si pemain pun bakal meninggalkan Emirates Stadium pada akhir musim nanti. Arsenal lantas mengungkapkan alasannya tak melanjutkan kerjasama dengan Ramsey.

Seperti diketahui, kontrak Ramsey di Arsenal akan habis pada akhir musim ini. Awalnya, The Gunners disebut-sebut akan memperpanjang kontrak si pemain. Pasalnya, Ramsey kerap menjadi andalan lini tengah tim yang kini diarsiteki oleh Unai Emery itu.

Bahkan di musim ini, Emery juga masih memberi kepercayaan kepada Ramsey dengan memainkannya. Namun nyatanya, tak ada kontrak baru untuk Ramsey. Arsenal disebut emoh memenuhi kenaikan gaji yang diinginkan pemain Timnas Wales itu.

Ramsey dikabarkan menginginkan gaji dua kali lipat dari bayarannya saat ini yakni mencapai 11.000 poundsterling per pekannya atau setara dengan Rp205 juta. Gaji itu akan mendekati gaji Mesut Ozil yang merupakan pemain dengan gaji tertinggi di Arsenal. Arsenal pun lantas menarik tawaran kontrak baru untuk Ramsey.

"Saya ingin menghindari berbicara tentang para pemain secara pribadi. Ini lebih tentang strategi bersama dan apa ide-ide kami," terang Bos Arsenal Raul Sanllehi seperti dikutip dari Mirror.co.uk, Rabu (21/11/2018).

"Apa yang bisa saya pastikan adalah keputusan apapun yang kami ambil di klub, apakah terkait para pemain atau hal lain, hal itu sudah dipikirkan dengan matang, dianalisis, dan dibahas oleh banyak orang yang berbeda," imbuhnya.

"Saya sedang membicarakan orang-orang hebat yang kami punya; profesional-profesiional hebat yang membawa perdebatan pada kesimpulan yang kaya. Biarkan saya menggunakan kata tanggung jawab. Kami sangat bertanggung jawab atas setiap keputusan yang kami ambil jadi kami tidak dengan mudah membuat keputusan itu."

"Kami benar-benar mencoba menganalisis dan menentukan hal terbaik untuk klub. Itu adalah tujuan kami -- menemukan apa yang terbaik untuk klub. Jadi semua keputusan akan melewati proses itu dan secara umum akan berjalan seperti itu," tutup Sanllehi.