Indonesia Vs Filipina: Berharap Stadion Tak Kosong

Febri Hariyadi (kanan) mencoba melewati adangan pemain Mauritius Speville Jonathan (kiri) dalam partai persahabatan di Stadion Wibawa Mukti, Bekasi, Selasa (11/9 - 2018). (Antara / Akbar Nugroho Gumay)
25 November 2018 16:25 WIB Hanifah Kusumastuti Dunia Share :

Solopos.com, JAKARTA — Tak sedikit yang kecewa dengan PSSI atas kinerja mereka mempersiapkan Timnas Indonesia di Piala AFF 2018. Indonesia dipastikan tersingkir di turnamen sepak bola se-Asia Tenggara ini meski masih menyisakan satu laga pada Grup B melawan Filipina.

Duel Indonesia melawan Filipina itu akan dilangsungkan di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Minggu (25/11) pukul 19.00 WIB. PSSI dituding sebagai pihak yang paling bertanggung jawab atas performa jeblok Indonesia di Piala AFF 2018.

Ancaman boikot penonton untuk tidak datang menyaksikan langsung ke SUGBK pun sempat mengemuka menjelang laga Indonesia kontra Filipina. Rumor pengosongan stadion itu ramai dibicarakan di media sosial. Namun para penggawa Timnas Indonesia beharap hal itu tidak terjadi. Winger Tim Garuda, Andik Vermansah, mengaku masih membutuhkan dukungan suporter meski timnya sudah dipastikan gagal lolos ke semifinal.

"Saya sangat prihatin dengan sikap suporter. Kami sebagai pemain sejujurnya sangat membutuhkan mereka. Tenaga kami ada di mereka juga. Mungkin boleh benci dengan PSSI atau siapapun, tetapi jangan kepada para pemain yang sudah berjuang," ujar Andik, seperti dilansir Liputan6.com, Sabtu (24/11/2018).

Setali tiga uang, bek Tim Garuda, Fachruddin, berharap suporter tetap datang ke stadion. Saya berharap doa dan dukungan dari suporter Timnas Indonesia untuk laga besok agar kami meraih kemenangan. Kami jadikan kegagalan di Piala AFF Suzuki 2018 ini sebagai evaluasi agar kedepan kami lebih baik lagi," urai Fachruddin, seperti dilansir situs resmi PSSI.

Meski hasil di SUGBK sudah tidak berpengaruh untuk Indonesia, pertandingan melawan Filipina tetap menarik untuk ditunggu. Salah satu daya pikat terletak pada sosok pelatih Filipina, Sven Goran Eriksson. Kakek berusia 70 tahun tersebut memiliki reputasi besar di dunia manajerial. Eriksson pernah menangani Timnas Inggris dan klub-klub besar Eropa, seperti AS Roma, Lazio, hingga Manchester City.

Eriksson tidak lantas memicingkan mata terhadap Indonesia yang sudah pasti teringkir dari Piala AFF. Dia mewaspadai beberapa pemain Indonesia yang menurutnya memiliki skill di atas rata-rata. Siapa saja mereka?. “Pemain bernomor punggung empat [Zulfiandi], enam [Evan Dimas Darmono], sembilan [Alberto “Beto” Goncalves] dan 10 [Stefano Lilipaly] memiliki kemampuan yang baik," ungkap Eriksson.