Persebi Boyolali Bidik Stadion Sriwedari Solo sebagai Homebase

Persebi Boyolali (Istimewa)
02 Desember 2018 21:25 WIB Moh Khodiq Duhri Indonesia Share :

Solopos.com, BOYOLALI - Tim pelatih Persebi Boyolali bergerak cepat dalam menyongsong musim kompetisi Liga 3 2019. Tim pelatih mulai menggelar seleksi pemain pada Sabtu-Minggu (1-2/12/2018).

Proses seleksi pemain dipimpin langsung pelatih kepala Persebi Boyolali, Ahmad Sukisno. Seleksi itu diikuti 55 pemain jebolan Turnamen Antar-Kecamatan 2018 lalu. Setelah mengikuti seleksi selama dua hari, tim pelatih akhirnya mengerucutkan peserta menjadi 34 pemain. 

“Ke-34 pemain akan menjalani latihan rutin setiap Senin, Rabu dan Jumat di Lapangan Bangsalan Teras. Selama mengikuti latihan rutin, nanti diseleksi lagi dengan sistem degradasi,” jelas Ahmad Sukisno kepada Solopos.com seusai memimpin seleksi, Minggu.

Sukisno menjelaskan pemain yang mengikuti seleksi berusia di bawah 21 tahun. Dia belum menyertakan pemain senior dalam seleksi pemain ini. Penambahan pemain senior akan dilakukan setelah regulasi dari Asprov PSSI Jateng terkait ketentuan pemain di Liga 3 turun. 

“Tim ini akan latihan dulu. Nanti pada akhir Desember 2018 akan ada seleksi lagi. Mencari pemain senior itu lebih mudah daripada mencari pemain baru. Untuk pemain senior, saya masih menunggu regulasinya pemain seperti apa,” papar Sukisno.

Problem krusial yang dihadapi Persebi Boyolali adalah belum adanya stadion yang bisa dijadikan kandang setelah Stadion Pandan Arang dirobohkan. Sebelumnya, manajemen membidik stadion atletik Mojosongo yang berada di samping sirkuit gokart Boyolali. Akan tetapi, proses pembangunan stadion atletik itu hingga kini belum selesai. 

“Rumputnya saja belum tumbuh. Manajemen memberi referensi kalau tidak di Stadion Trikoyo Klaten ya Stadion Kridanggo Salatiga. Tapi, kalau sama-sama di luar Boyolali, saya menyarankan Stadion Sriwedari saja karena kualitas rumputnya lebih baik,” jelas Sukisno.