Sesuai Ramalan Zidane, Modric Menangi Ballon d'Or

Luka Modric meraih penghargaan Ballon d'Or 2018. (Reuters/Benoit Tessier)
04 Desember 2018 20:25 WIB Hanifah Kusumastuti Dunia Share :

Solopos.com, PARIS — Tiga tahun lalu, siapa yang mengira Luka Modric bakal meraih penghargaan individu sekelas Ballon d’Or. Secara skill, Modric memang tak diragukan. Kecakapannya mengolah bola membuatnya mendapat Penyihir dari Kroasia.

Tapi, dominasi Cristiano Ronaldo-Lionel Messi saat itu benar-benar sulit ditandingi di panggung penghargaan individu terbaik dunia. Memasuki 2018, Modric barulah muncul kepermukaan dengan gayanya yang santun dan berwajah sendu di panggung paling prestisius bagi insan pesepak bola di muka bumi ini.

Ya, setelah menyabet Pemain Terbaik FIFA (FIFA Player of the Year) 2018, Modric lagi-lagi mengakhiri duopoli Ronaldo-Messi untuk mengangkat gelar individu paling prestisius di dunia, Ballon d’Or. Sebelumnya, Ronaldo-Messi secara bergantian meraih masing-masing gelar FIFA Player of the Year dan Ballon d’Or, saat atau tidak digabung menjadi satu, selama 10 tahun terakhir.

Keberhasilan Modric membawa Kroasia ke final Piala Dunia 2018 menjadi kartu trufnya untuk menyabet gelar yang diprakarsai majalah olahraga asal Prancis, France Football ini. Sebab, jika patokannya adalah hattrick juara Liga Champions bersama Real Madrid, maka Ronaldo juga berhak meraihnya.

Modric memperoleh suara 753 poin. Dia unggul jauh atas Ronaldo yang mengantongi 476 poin pada urutan kedua dan Antoine Griezmann yang meraup 414 poin di urutan ketiga. Adapaun Messi hanya menempati urutan kelima, di bawah penyerang Timnas Prancis berusia 19 tahun, Kylian Mbappe yang menduduki undakan keempat.

Tapi tak banyak yang tahu, mantan pelatih Modric di Real Madrid, Zinedine Zidane, sudah meramalkan anak buahnya tersebut bakal meraih Ballon d’Or. Tepatnya pada Januari 2016. “Saat itu tidak dalam momen yang spesifik ketika dia [Zidane] mengatakan: kamu bisa memenanginya [Ballon d’Or]. Ketika saya menghitung kembali gelar-gelar individu yang saya menangi tahun ini dan ketika saya melihat berada di antara 30 finalis, saya mulai percaya [omongan Zidane], itu hal yang tak pernah saya lupakan,” jelas Modric, seperti dilansir Marca.com, Selasa (4/12/2018).

Ucapan Zidane seperti mantra bagi Modric. Mantan gelandang Tottenham Hotspur itu terpacu untuk menjadi pemain yang paling disegani di dunia. “Ketika seseorang seperti Zidane, dengan kepribadian dan sejarah besar, mengatakan hal itu ke Anda, maka kepercayaan diri Anda terdongkrak. Saya mengaguminya dan respek kepadanya sebagai seorang pemain, dia menunjukkan kepadaku bahwa seseorang seperti dirinya, pendiam dan agak malu, dia berharap saya bisa mengekspresikan diri lebih banyak di lapangan,” ungkap Modric.