Manchester United Vs Fulham: Pertaruhan Kualitas Mourinho

Jose Mourinho (Reuters/Andrew Yates)
08 Desember 2018 16:25 WIB Chrisna Chaniscara Dunia Share :

Solopos.com, MANCHESTERJose Mourinho sempat berujar bahwa Manchester United (MU) butuh keajaiban untuk finis di empat besar seusai ditahan tim papan bawah, Southampton 2-2 di St. Mary akhir pekan lalu. Tiga hari kemudian, tepatnya sebelum United bermain imbang 2-2 melawan Arsenal, Mourinho mengklaim tak pernah pesimistis untuk menembus zona Liga Champions.

Namun sikap peragu Mou “kumat” setelah melihat hasil melawan Arsenal. Dia menyebut keadaan memaksanya mengubah target tim menyusul tiga hasil seri beruntun melawan Crystal Palace, Southampton dan Arsenal.

Terlepas dari omongan Mou yang “mencla-mencle”, United memang butuh upaya ekstra untuk kembali menembus papan atas. Sepanjang musim ini Setan Merah tampil layaknya tim medioker yang bisa menelan hasil seri atau kalah dari tim peringkat berapa saja.

Legenda MU, Rio Ferdinand, bahkan kesal saat menyimak klasemen Liga Inggris sementara ini. Hingga pekan ke-15, United terpuruk di peringkat delapan dengan 23 poin, tertinggal 18 poin dari musuh bebuyutannya, Manchester City di puncak klasemen. “Bukan pemandangan yang indah. Sebagai penggemar United, saya dan suporter lain tidak akan senang dengan itu,” ujar Ferdinand seperti dilansir BT Sport, Jumat (7/12/2018).

Laga menjamu Fulham di Old Trafford, Sabtu (8/12/2018) malam WIB, jelas pantang disia-siakan Marcus Rashford dkk yang gagal menang di empat laga terakhir di Liga Premier. Kapasitas Mourinho menjadi taruhan apabila kembali tak mampu meraih poin penuh melawan tim selevel The Cottagers.

Sebagai informasi, poin Mou bersama United kini hanya lebih banyak satu angka ketimbang saat dilatih David Moyes di pekan yang sama. Moyes akhirnya dipecat sebelum musim berakhir setelah peluang MU menembus empat besar sirna.

Winger United, Jesse Lingard, melihat tim masih punya cukup waktu untuk kembali ke empat besar. Lingard menegaskan masih ada kepercayaan diri di ruang ganti terkait hal tersebut. Jika merujuk sejarah, hanya Arsenal di musim 2012/2013 dan 2014/2015 yang berhasil pulih dari start buruk untuk finis di empat besar. “Kami mampu menunjukkan passion saat melawan Arsenal. Sebagai tim, kami masih saling percaya,” ujar Lingard dilansir ESPN.

United berada di atas angin untuk membekuk Fulham karena tim tamu selalu kalah dalam enam laga tandang terakhir di kompetisi domestik. Calum Chambers dkk. juga selalu kebobolan minimal dua gol dalam tujuh dari delapan laga tandang terkini. Namun performa The Cottagers sedikit membaik bersama Claudio Ranieri.

Pelatih kawakan Italia itu mempersembahkan empat poin dari tiga laga perdananya. “MU adalah tim yang fantastis dan kami ingin meraih poin. Kami tahu itu sulit, tapi tidak ada yang tak mungkin,” ujar Ranieri dilansir The Independent.