OTORITAS JASA KEUANGAN : Masyarakat Indonesia Masih Mudah Tertipu Investasi Bodong

Ilustrasi investasi (JIBI/Harian Jogja - Dok.)
27 Oktober 2014 16:50 WIB Redaksi Solopos Semarang Share :

[caption id="attachment_444856" align="alignleft" width="150" caption="Ilustrasi (Dok/JIBI/Harian Jogja)"]http://semarang.solopos.com/2013/09/06/investasi-bodong-marak-ojk-siapkan-program-strategis-444852/investasi-3" rel="attachment wp-att-444856">http://www.solopos.com/dokumen/2013/09/Investasi-150x100.jpg" alt="" width="150" height="100" />[/caption]

Kanalsemarang.com, SEMARANG - 30% masyarakat Jawa Tengah melek keuangan sedangkan selebihnya perlu diberi pemahaman lagi agar tidak menjadi korban penipuan pada investasi bodong, ujar Ketua Otoritas Jasa Keuangan Kantor Regional IV Jateng-DIY Santoso Wibowo.

"Menurut data kami masih sekitar 70 persen masyarakat yang belum paham terkait keuangan dan bagaimana kinerja lembaga jasa keuangan serta apa untung ruginya ketika mereka menjadi nasabah pada perusahaan tersebut," ujarnya seperti dikutip Antara, Senin (27/10/2014).

Dari prosentase tersebut artinya baru 1 dari 4 orang yang paham betul mengenai lembaga keuangan. Menurutnya, hasil survei yang dilakukan OJK kepada masyarakat, dari beberapa jenis lembaga jasa keuangan, pasar modal adalah lembaga yang paling tidak dipahami oleh masyarakat.

Dari 100% hasil survei terhadap 1.000 responden, 37,22% masyarakat paham tentang perbankan, selanjutnya yang memahami tentang asuransi ada 22,52 persen, pegadaian 20,41%, lembaga pembiayaan 10,44%, dana pensiun 7,10%, dan pasar modal 2,32%.

"Dari data tersebut terlihat bahwa masyarakat paling paham tentang perbankan, sedangkan mengenai pasar modal masih sangat banyak yang belum paham," jelasnya.

Oleh karena itu, pihaknya merasa perlu untuk memberikan edukasi kepada masyarakat untuk meningkatkan literasi keuangan di semua lini masyarakat.

"Kami berupaya untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang memiliki tingkat literasi keuangan tinggi sehingga mereka dapat memilih dan memanfaatkan produk serta jasa keuangan untuk meningkatkan kesejahteraan," jelasnya.