WISATA EDUKASI : Peternakan Kambing PE Temanggung Jadi Primadona Wisata Edukasi

Ilustrasi kambing etawa super (bandungkambingetawa.wordpress.com)
23 Februari 2015 19:50 WIB Redaksi Solopos Semarang Share :

[caption id="attachment_525793" align="alignleft" width="370" caption="Ilustrasi kambing etawa super (bandungkambingetawa.wordpress.com)"]http://semarang.solopos.com/2014/08/12/investasi-kambing-etawa-tidak-dipatok-minimal-modal-525789/140812-messi-pejantan-kambing-etawa-super-trah-bagong-kliwon-basuki" rel="attachment wp-att-525793">http://www.solopos.com/dokumen/2014/08/140812-MESSI”-Pejantan-Kambing-Etawa-Super-Trah-Bagong-Kliwon-Basuki-...-370x277.jpg" alt="Ilustrasi kambing etawa super (bandungkambingetawa.wordpress.com)" width="370" height="277" />[/caption]

Wisata Edukasi di Kabupaten Temanggung terus dikembangkan. Salah satunya adalah kelompok usaha bersama Kambing Peranakan Etawa Ngudi Raharjo Dusun Gandokan, Kranggan, Temanggung 

 

Kanalsemarang.com, TEMANGGUNG - Peternakan kambing peranakan etawa (PE) milik Kelompok Usaha Bersama Ngudi Raharjo Dusun Gandokan, Desa Kranggan, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, menjadi objek wisata edukasi yang menarik bagi anak-anak.

Pengelola peternakan kambing PE KUB Ngudi Raharjo, Arif Wicaksono, di Temanggung, Sabtu (22/2/2015), mengatakan minimal sebulan sekali tempat usaha peternakan itu, dikunjungi anak-anak TK dalam rangka wisata edukasi.

"Hal ini merupakan bagian dari visi kami untuk mengenalkan atau memasyarakatkan kambing PE kepada anak-anak, khususnya adik-adik TK," katanya seperti dikutip Antara. 

Ia mengatakan mereka diperkenalkan pada pengetahuan tentang kambing, bagaimana cara merawat, memberikan makan, memerah susu, dan dikenalkan tentang produk olahan susu kambing.

"Mereka kami ajak memandikan kambing, memotong kuku kambing, menyaksikan pemerahan susu, dan mencicipi makanan olahan dari bahan susu, antara lain es krim, pukis, dan pangsit," katanya.

Di peternakan tersebut terdapat sekitar 40 ekor kambing PE, sekitar 20 ekor di antaranya saat ini bisa menghasilkan susu.

Ia mengatakan program kunjungan anak TK itu berlangsung sejak 2012. Pertama yang berkunjung ke tempat itu, adalah TK Bias (Bina Anak Sholeh) Magelang kemudian disusul Bias Temanggung selanjutnya terus menyebar ke TK lainnya hingga sekarang.

Ia menyebutkan setiap anak dikenakan biaya Rp15 ribu yang nanti dikembalikan dalam bentuk produk olahan susu kambing.

Kepala TK Pertiwi Setda Temanggung Erlina mengatakan kegiatan itu merupakan program tahunan TK Pertiwi untuk melatih anak-anak praktik langsung mengenal binatang dan jenis pekerjaan, yang menjadi salah satu tema pengembangan anak-anak.

"Jadi anak-anak kami bawa ke peternakan ini dengan harapan nantinya mereka lebih mencintai satwa dan memelihara lingkungan," katanya.