PRODUK UMKM : Kadin Jateng Nilai Produk Lokal Masih Terkendala Kemasan

Pengunjung memilih baju batik yang dipamerkan saat Gebyar UKM 2014 di Atrium Solo Square Mall, Solo, Jawa Tengah, Senin (29/9/2014). Pameran dan lelang hasil karya produk usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), koperasi, dan program kemitraan dan bina lingkungan (PKBL) tersebut dilaksanakan untuk meningkatkan akses bisnis dan jaringan penjualan. (Ardiansyah Indra Kumala/JIBI - Solopos)
19 Maret 2015 16:50 WIB Redaksi Solopos Semarang Share :

[caption id="attachment_540232" align="alignleft" width="370" caption="Pameran produk UMKM di Solo Square, Senin (29/9/2014). (Ardiansyah Indra Kumala/JIBI/Solopos)"]http://semarang.solopos.com/2014/09/29/foto-gebyar-ukm-2014-produk-umkm-dipamerkan-di-mal-540223/foto-gebyar-ukm-2014-_-produk-umkm-dipamerkan-di-mal" rel="attachment wp-att-540232">http://www.solopos.com/dokumen/2014/09/FOTO-GEBYAR-UKM-2014-_-Produk-UMKM-Dipamerkan-di-Mal-370x218.jpg" alt="Pengunjung memilih baju batik yang dipamerkan saat Gebyar UKM 2014 di Atrium Solo Square Mall, Solo, Jawa Tengah, Senin (29/9/2014). Pameran dan lelang hasil karya produk usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), koperasi, dan program kemitraan dan bina lingkungan (PKBL) tersebut dilaksanakan untuk meningkatkan akses bisnis dan jaringan penjualan. (Ardiansyah Indra Kumala/JIBI/Solopos)" width="370" height="218" />[/caption]

Produk UMKM di Jawa Tengah masih terkendala pengemasan. Kadin menilai masih banyak pelaku usaha kebingungan memberikan kemasan yang baik untuk produknya 

 

Kanalsemarang.com, SEMARANG- Kamar dagang dan industri (Kadin) Jawa Tengah menilai sisi kemasan masih menjadi kendala produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

"Masih banyak pelaku UMKM yang kebingungan bagaimana mengemas produk dengan baik sehingga berdaya jual tinggi," kata General Manajer Perdagangan, Pelatihan, dan Pusat Informasi Kadin Jateng Gendut Marjoko seperti dikutip Antara, Kamis (19/3/2015).

Menurutnya, ketidaktahuan pelaku UMKM untuk bisa mengemas produk dengan baik karena kurangnya referensi dan pengalaman para pelaku usaha tersebut.

Oleh karena itu, pihaknya juga memberikan layanan konsultasi kepada pelaku UMKM yang masih mengalami kendala terkait pengemasan produk.

"Kebanyakan yang masih bermasalah mengenai kemasan adalah makanan olahan. Biasanya banyak pelaku UMKM yang mengemas produk makanan dengan kemasan sederhana sehingga nilai jualnya rendah," katanya.

Menurutnya, salah satu unsur dalam kemasan tersebut yaitu desain. Pihaknya pun menyediakan konsultasi desain dengan memberikan banyak referensi desain kemasan melalui foto-foto produk yang sudah dikumpulkan oleh Kadin.

Sementara itu, selain terkendala kemasan, masih banyak pelaku UMKM yang belum melengkapi usahanya dengan nomor induk kepabeanan, kapasitas, dan kontinuitas produksi.