BUDI DAYA IKAN : BBPBAP Jepara Bangun Pos Pelayanan Publik

Aktivitas pelelangan ikan hasil tangkapan nelayan di Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Lampulo, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh, Aceh, Kamis (19/3/2015). Pemerintah mengembangkan kawasan PPI Lampulo dengan melengkapi berbagai sarana dan prasarana untuk mendukung program pembangunan maritim. Pembangunan infrastruktur perikanan Indonesia itu diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan nelayan. (JIBI/Solopos/Antara - Irwansyah Putra)
05 Agustus 2015 05:50 WIB Redaksi Solopos Semarang Share :

Budi daya ikan air payau mendapat perhatian seris Balai Besar Pengembangan Budi Daya Air Payau (BBPBAP) Jepara.

Kanalsemarang.com, JEPARA-Balai Besar Pengembangan Budi Daya Air Payau Jepara, Jawa Tengah, memiliki pos pelayanan publik yang bisa dimanfaatkan masyarakat di berbagai daerah untuk berkonsultasi soal budi daya ikan air payau.

Peresmian Pos Pelayanan Publik BBPBAP yang ada di Jalan Cik Lanang, Bulu, Jepara, Selasa, dihadiri oleh Direktur Jenderal Perikanan Budi Daya Slamet Soebjakto.

Kepala Balai Besar Pengembangan Budidaya Air Payau Jepara (BBPBAP) Jepara I Made Suitha mengatakan kantor layanan publik tersebut akan disiapkan petugas yang siap melayani masyarakat.

Layanan yang diberikan, meliputi layanan pengujian kesehatan ikan, pengujian kualitas lingkungan budidaya perikanan, dan sarana produksi.

"Kami juga siap melayani masyarakat yang hendak berkonsultasi soal alih teknologi serta layanan informasi terhadap produk di bidang perikanan," ujarnya.

Selain itu, kata dia, pos pelayanan publik tersebut juga siap melayani konsultasi jarak jauh, termasuk memungkinkan dilakukan teleconferen karena memang tersedia alat tersebut.

"Kami juga siap melayani bimbingan teknis, magang, kunjungan dan penelitian," ujarnya seperti dilansir Antara, Selasa (4/8/2015).

Sementara itu, Direktur Jenderal Perikanan Budi Daya Slamet Soebjakto menambahkan, bahwa keberadaan pos pelayanan masyarakat tersebut merupakan pelayanan satu atap untuk teknis budi daya ikan air payau.

Dengan adanya pelayanan tersebut, dia berharap, masyarakat bisa terlayani dengan cepat dan terjangkau, serta ada pula pelayanan yang tidak dikenakan biaya.

Pelayanan tersebut, lanjut dia, berlangsung selama 24 jam.

"Harapan jangka panjangnya, masyarakat akan semakin tertarik mengembangkan budi daya ikan air payau sehingga bisa meningkatkan kesejahteraan mereka," ujarnya.

Dengan berkembangnya budi daya ikan air payau, kata dia, tentunya bisa mengurangi tingkat pengangguran.

Apalagi, lanjut dia, beberapa komoditas ikan air payau sangat dibutuhkan oleh banyak pihak, khususnya udang banyak negara yang tertarik mendatangkan komoditas udang dari dalam negeri.

Pada kesempatan tersebut, dia juga berharap, tenaga ahli yang dimiliki BBPBAP Jepara juga mengetahui cara pembasmian penyakit pada ikan yang dikembangkan di air tawar.