INOVASI TEKNOLOGI : Prihatin Polusi Semarang, Mahasiswa Udinus Bikin Doraemon Asap

Mahasiswa Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang memeragakan cara kerja Doraemon Asap. (JIBI/Semarangpos.com - Istimewa)
22 Juli 2016 17:50 WIB Insetyonoto Semarang Share :

Inovasi teknologi berupa alat penyedot asap, dirancang mahasiswa Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang.

Semarangpos.com, SEMARANG – Prihatin dengan polusi udara Kota Semarang, mahasiswa Fakultas Teknik (FT) Universitas Dian Nuswantoro (Udinus)  Semarang merancang alat penyedot asap. Bukan hanya menghindarkan asap yang berbahaya bagi kesehatan manusia, alat yang dinamai Doraemon Asap tersebut dapat mengubah asap menjadi ion positif yang tidak membahayakan kesehatan manusia.

“Pembuatan Doraemon Asap ini didasari atas banyaknya polusi asap di Kota Semarang, serta kota besar lainnya di Indonesia,” kata mahasiswa FT Udinus Semarang, Andika Yudha P. Andika adalah ketua tim yang bersama tiga teman, Zakiy Anwar F, Filmada Ocky S, dan Happy Rizky Utami, merancang serta merakit Doraemon Asap  tersebut.

Andika selanjutnya menyatakan, saat ini, polusi asap di Semarang sangat memprihatinkan, belum lagi polusi udara di luar Jawa akibat kebakaran hutan di Sumatra dan Kalimantan. Untuk itu, Andika bersama tiga orang temannya di FT Udinus Semarang melakukan penelitian guna membuat alat yang dapat mengatasi masalah polusi asap tersebut dan mengubahnya menjadi ion positif.

“Setelah melakukan serangkaian penelitian akhirnya menemukan alat penyedot asap yang kami beri nama Doraemon Asap,” ujar mahasiswa semester akhir ini.

Cara kerja Doraemon Asap, menurut Andika, tidak terlalu rumit, yakni asap di luar disedot masuk ke dalam alat yang berbentuk balok melalui sebuah baling-baling. Asap tersebut akan disaring oleh sebuah rangkaian tegangan tinggi sehingga kadar polusinya berkurang. Seusai dilakukan penyaringan, alat tersebut akan mengeluarkan ion positif hasil dari penyaringan.

”Jadi cara kerjanya simpel, asap masuk dari baling-baling, nanti di belakang ada rangkaian tegangan tinggi yang memfilter asapnya. Keluarnya ion positif dan tidak membahayakan kesehatan manusia,” bebernya.

Dia berharap Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang memberikan dukungan atas pembuatan Doraemon Asap agar terus dikembangkan lebih baik lagi. ”Kami juga berharap alat ini nantinya bisa dimanfaatkan Pemkot Semarang untuk dipasang pada tempat-tempat yang banyak polusi asap,” harap Andika.

Sementara itu, Koordinator Bidang Kemahasiswaan FT Udinus, Sari Ayu Wulandari,  merasa bangga atas inovasi teknologi yang dilakukan para mahasiswa perancang alat penyedot asap tersebut.”Alat tersebut [Doraemon Asap] dapat digunakan untuk pengelolaan asap kendaraan. Selain itu, alat ini juga dapat digunakan di dalam ruangan untuk pengelolaan asap rokok,” ujar dia.

 

http://www.semarangpos.com/">KLIK dan https://www.facebook.com/SemarangPos">LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya