TENAGA KERJA JATENG : Tingkat Pengangguran Terbuka Jateng Turun

SOLO, 24/11 - JOB MARKET FAIR. Pengunjung Job Market Fair melihat lowongan kerja dalam bursa kerja di Graha Wisata, Solo, Jateng, Selasa (24/11). Bursa kerja yang diadakan oleh Disnas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Kependudukan Jawa Tengah yang berlangsung selama 2 hari tersebut menyediakan berbagai lowongan kerja dari sejumlah perusahaan dan bertujuan untuk mengurangi angka pengangguran. Foto ANTARA/Hasan Sakri Ghozali/ss/nz - 09
07 November 2016 14:50 WIB Redaksi Solopos Semarang Share :

Tenaga kerja Jateng masih banyak tersedia, kendati jumlah pengangguran semakin berkurang.

Semarangpos.com, SEMARANG — Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Jawa Tengah pada Agustus 2016 mengalami penurunan jika dibandingkan dengan bulan yang sama tahun lalu. Pengangguran terbuka adalah pengangguran yang ditunjukkan oleh adanya jumlah penganggur yang nyata—yang mudah dilihat dan dapat dihitung.

“Berdasarkan dari data kami, TPT Jateng bulan Agustus sebesar 4,63% atau mengalami penurunan sebesar 0,36% dibandingkan TPT bulan yang sama tahun lalu, sebesar 4,99%," ungkap Kepala Bidang Statistik Sosial Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah Erisman di Semarang, Senin (7/11/2016).

Jika dibandingkan dengan keadaan pada Februari, TPT Agustus mengalami peningkatan sebesar 0,43%. Secara umum, saat ini jumlah angkatan kerja di Jateng pada Agustus mencapai 17,31 juta orang atau turun sekitar 602.000 orang dibandingkan tenaga kerja tersedia di jateng pada Februari 2016 dan bertambah 14.000 orang jika dibandingkan dengan Agustus 2015.

Sedangkan untuk jumlah penduduk yang bekerja di Jateng pada Agustus 2016 sebanyak 16,51 juta orang, bertambah sekitar 76.000 orang dibandingkan keadaan pada Agustus 2015 dan berkurang 651.000 orang dibandingkan Februari 2016. Dikatakannya pula, selama satu tahun terakhir terhitung mulai Agustus 2015 hingga Agustus 2016, peningkatan penyerapan tenaga kerja terjadi di sektor pertanian Jateng sebanyak 358.000 orang dan sektor transportasi sebanyak 2.000 orang.

Sementara itu, untuk penurunan penyerapan tenaga kerja terutama terjadi pada sektor konstruksi jateng sebanyak 98.000 orang, sektor perdagangan sebanyak 93.000 orang, sektor lembaga keuangan sebanyak 42.000 orang, sektor jasa 37.000 orang, dan sektor industri sebanyak 16.000 orang.

Jika diperinci, pada Agustus 2016 jumlah penduduk yang bekerja sebagai buruh/karyawan sebanyak 5,75 juta orang atau 34,80%, berusaha dibantu buruh tidak tetap/buruh tidak dibayar sebanyak 3,09 juta orang atau 18,70%. Sedangkan untuk yang bekerja sendiri sejumlah 2,63 juta orang atau 15,94%.

http://www.semarangpos.com/">KLIK dan https://www.facebook.com/SemarangPos">LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya