OPERASI ZEBRA : Pelajar dan Wiraswasta Dominasi Penerima Tilang

Ilustrasi razia dalam rangka Operasi Cipta Kondisi. (Ahmad Mufid A./JIBI - Solopos)
25 November 2016 05:50 WIB Redaksi Solopos Semarang Share :

Operasi Zebra Candi 2016 digelar Satlantas Polrestabes Semarang, 16-29 November 2016.

Semarangpos.com, SEMARANG — Satlantas Polrestabes Semarang memberikan bukti pelanggaran (tilang) kepada 2.069 pengendara selama sepekan Operasi Zebra Candi 2016. Kepala Satlantas Polrestabes Semarang, AKBP Catur Gatot Effendi, menyatakan pengendara yang diberi tilang tercatat sebagai wiraswasta dan pelajar.

“Pelanggar sebagian besar atau sekira 70% beprofesi sebagai wiraswasta dan anak sekolah," kata Catur di Mapolrestabes Semarang, Jawa Tengah (Jateng), Kamis (24/11/2016). Jenis pelangaran yang ditindak polisi dari mereka umumnya adalah pelanggaran marka jalan, tidak mematuhi rambu lalu lintas, tidak mengenakan helm, tidak memakai sabuk pengaman, dan melawan arus.

Menurut Catur, pelaksanaan razia dalam Operasi Zebra Candi 2016 di Kota Semarang digelar di Jl. Pamularsih, Jl. Arteri Soekarno-Hatta, dan Jl. Urip Sumoharjo. "Tiga lokasi ini menjadi perhatian dalam pelaksanaan operasi karena sejauh pemantuan kami wilayah tersebut paling rawan pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas," terang Catur sebagaimana dikutip laman aneka berita Okezone.

Operasi Zebra Candi digelar 16-29 November 2016. Operasi ini rutin dilaksanakan setiap menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru.

Menurut Catur, razia dalam Operasi Zebra di Semaramg bakal digelar di lokasi di luar tiga tempat yang disebutkan di atas. Selain itu, waktu razia juga bisa digelar pada sore atau malam hari. "Petugas kami masih melakukan pemetaan jalan dan wilayah mana saja yang rawan pelanggaran," jelas Catur.

http://www.semarangpos.com/">KLIK dan https://www.facebook.com/SemarangPos">LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya