KAMPUS DI SEMARANG : Unnes Ingin Hasil Penelitian Tak Hanya Sampai Perpustakaan

Seminar Hasil Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, di Hotel Grasia, Jl. Letjen. S. Parman No. 29, Kota Semarang, Jateng, Senin (5/12 - 2016). (unnes.ac.id)
07 Desember 2016 10:50 WIB Rahmat Wibisono Semarang Share :

Kampus di Semarang, Universitas Negeri Semarang (Unnes), melalui Ketua LP2M menginginkan hasil penelitian mahasiswanya dipublikasikan.

Semarangpos.com, SEMARANG – Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Negeri Semarang (Unnes), Prof. Totok Sumaryanto, menginginkan hasil penelitian mahasiswanya dipublikasikan kepada masyarakat. Hal itu ia sampaikan saat membuka Seminar Hasil Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, di Hotel Grasia, Jl. Letjen. S. Parman No. 29, Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng), Senin (5/12/2016).

Ketua LP2M Unnes terus mendorong agar hasil penelitian bukan hanya tersimpan dalam perpustakaan, namun harus dipublikasikan. Totok juga menyampaikan bahwa hasil penelitian paling tidak harus dipublikasikan dalam bentuk buku ajar.

Selain itu, Totok juga mengungkapkan bahwa publikasi hasil penelitian dapat menjadi tolok ukur penilaian dari sebuah penelitian. Ia juga berharap dengan publikasi hasil penelitian, maka LP2M Unnes akan tetap menjadi sebuah institusi yang mandiri.

"Oleh sebab itu, hasil luaran [publikasi] akan dicek oleh tim reviewer untuk mengetahui kualitas dan standar mutu hasil penelitian sebagai barometer dalam penilaian penelian atau pengabdian. Hal tersebut dilakukan LP2M Unnes juga untuk mempertahankan LP2M Unnes sebagai cluster mandiri," ujarnya seperti dikutip dari laman resmi Internet salah satu kampus di Semarang itu.

Seminar Hasil Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat yang digelar LP2M Unnes itu juga bertujuan untuk memublikasikan hasil penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Dalam kegiatan itu, telah dipublikasikan beberapa penelitian ataupun pengabdian yang sudah terlaksana. Seminar tersebut belangsung selama dua hari, dari Senin-Selasa (5-6/12/2016). Kegiatan tersebut diikuti 218 peneliti dan 146 tim pengabdian kepada masyarakat. (Ginanjar Saputra/JIBI/Semarangpos.com)

http://www.semarangpos.com/semarang">KLIK dan https://www.facebook.com/SemarangPos">LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya