TURN BACK HOAX : Kodam IV Diponegoro Bentuk Tim Panangkal Hoax

Kapendam IV Diponegoro, Kolonel Dwi Endrosasongko (kanan), memberikan tumpeng kepada salah satu anggota Pendam IV Diponegoro saat perayaan HUT ke-66 Penerang TNI AD di Makodam IV Diponegoro, Jumat (13/1/2017). (Imam Yuda Saputra/JIBI - Semarangpos.com)
13 Januari 2017 15:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Turn back hoax dilakoni konkret oleh Kodam IV Diponegoro dengan membentuk tim khusus.

Semarangpos.com, SEMARANG — Deklarasi perang melawan berita bohong atau turn back hoax, yang dilakukan serentak oleh masyarakat di beberapa daerah di Tanah Air, Minggu (8/1/2017), rupanya disikapi positif oleh anggota TNI AD di jajaran Kodam IV Diponegoro. Demi memerangi berita palsu itu, Kodam IV Diponegoro bahkan membentuk tim khusus.

Tim turn back hoax Kodam IV Diponegoro ini bertugas memantau berita-berita bohong atau palsu yang menyebarkan isu-isu tidak benar, terutama yang berkaitan dengan anggota TNI AD Kodam IV Diponegoro. "Sudah kami bentuk. Mereka kami tugaskan memonitor berita-berita hoax itu, terutama yang tersebar di jejaring media sosial. Kalau ada anggota yang jadi penyebar, kami juga akan tindak tegas," ujar Kapendam IV Diponegoro, Kolonel Inf. Dwi Endrosasongko, kepada wartawan saat acara perayaan HUT ke-66 Penerangan TNI AD di Makodam IV Diponegoro, Jumat (13/1/2017).

Endro mengaku ada beberapa berita hoax yang terendus jajarannya di media sosial sangat merugikan TNI AD. Kebanyakan berita bohong itu menyebar isu yang berpotensi mengadu domba TNI dengan aparat pemerintah lain, yakni Polri dan BNN. "Ada berita di medsos yang mengatakan kalau TNI akan tembak langsung jika ada anggota Polri atau BNN yang melakukan tes kepada anggotanya. Terus ada juga yang menulis pernyataan Panglima yang menyudutkan Kapolri. Berita-berita seperti itu kan tidak benar," imbuh Endro.

Endro pun mengimbau pada masyarakat untuk lebih cerdas dalam memercayai berita-berita yang diunggah ke medsos. Ia meminta masyarakat untuk tidak mudah percaya, terlebih berita itu diunggah oleh sebuah akun yang tidak dikenal dan tidak bisa dipertanggungjawabkan. "Kepada teman-teman wartawan kami juga meminta untuk tidak mudah memercayai isu yang beredar. Kalau mau menulis minta konfirmasi dulu dengan Pendam. Kami siap menjawabnya," tutur Endro.

Sementara itu, Asisten Intel Kasdam IV Diponegoro, Kolonel Inf. Jimmy Ramos Manalu melalui Pabandya Gal, Mayor Inf. Arif Budiono, berharap media massa di Indonesia, khususnya di Jateng bukan hanya bisa memberikan informasi. tetapi juga mendorong masyarakat untuk memiliki wawasan kebangsaan yang bisa menambah persatuan dan kesatuan. "Media sebagai agen of change harus bisa menyajikan berita yang akurat. Selain itu mendorong masyarakat lebih mencintai kebangsaan dengan tidak mudah terpancing provokasi, terutama yang berbau SARA," tutur Arif.

http://www.semarangpos.com/">KLIK dan https://www.facebook.com/SemarangPos">LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya