PABRIK SEMEN PATI : Musala dan Tenda Warga Rembang Dibakar

Musala dan tenda yang menjadi posko warga penolak pabrik semen di kawasan Pegunungan Kendeng, Rembang, eks Keresidenan Pati, dirobohkan segerombolan orang, Jumat (10/2/2017) malam. (JIBI/Semarangpos.com - Istimewa/JMPPK)
11 Februari 2017 05:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Pabrik semen yang bakal dibangun PT Semen Indonesia di Pegunungan Kendeng, eks Keresienan Pati tetap ditolak warga, namun perbedaan pendapat tersebut kini beranjak anarkistis.

Semarangpos.com, REMBANG Musala dan tenda yang menjadi simbol sekaligus posko perjuangan warga Rembang penolak pabrik semen di kawasan Pegunungan Kendeng, eks Keresidenan Pati, Jumat (10/2/2017) malam, dibakar massa yang diduga berasal dari kalangan pekerja PT Semen Indonesia.

Informasi yang diterima Semarangpos.com dari Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng (JMPPK) dan LBH Semarang selaku kuasa hukum warga Rembang penolak pabrik semen yang bakal mengeksploitasi Pegunungan Kendeng, eks Keresidenan Pati, aksi pembakaran tenda dan musala itu terjadi sekitar pukul 19.50 WIB. Pembakaran tenda dan musala itu terjadi setelah sebelumnya warga menggelar aksi mendesak agar pabrik PT Semen Indonesia di kawasan Pegunungan Kendeng segera ditutup.

"Pembakaran tenda dan musala itu terjadi sekitar pukul 19.50 WIB. Saat itu ada sekitar 50 an orang pekerja semen datan ke lokasi tenda yang berada di dekat pintu masuk pabrik semen," terang salah satu kuasa hukum warga Rembang penolak semen, Eti Oktaviani, dalam pesan tertulis kepada Semarangpos.com, Jumat malam.

Eti menyebutkan saat para pekerja semen itu datang, di tenda itu sedang ada delapan warga, termasuk ibu-ibu yang tengah berjaga. "Tiba-tiba para pekerja itu berteriak dan memaksa warga yang berada di dalam tenda untuk keluar. Ibu-ibu yang ketakutan itu pun langsung keluar tenda," imbuh Eti.

Setelah ibu-ibu itu keluar, para pekerja semen langsung merobohkan tenda perjuangan tolak pabrik semen di kawasan Pegunungan Kendeng, eks Keresidenan Pati. Beberapa menit kemudian, lanjut Eti, pekerja semen bersama-sama merobohkan musala yang dibangun warga pada 15 Februari 2016 lalu, yang di dalamnya berisi mukena, sajadah, peci dan kitab suci Alquran.Dalam hitungan menit, sekitar pukul 20.11 WIB, tenda dan musala yang sudah dirobohkan itu pun dibakar oleh para pekerja.

http://www.semarangpos.com/semarang">KLIK dan https://www.facebook.com/SemarangPos">LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya