PABRIK SEMEN PATI : Bela Kendeng, Superman Is Dead Tolak Jokowi

Unggahan artikel Majalah Hai di akun Instagram Jerinx tentang SID yang menolak permintaan Jokowi untuk menggunakan lagu mereka (Instagram jrxsid)
27 Maret 2017 20:50 WIB Rahmat Wibisono Semarang Share :

Pabrik semen yang bakal mengeksploitasi Pegunungan Kendeng eks Keresidenan Pati ditolak para personel grup musik Superman Is Dead.


Solopos.com, SOLO – Grup musik beraliran rock asal Bali, Supermen Is Dead (SID), menggegerkan jagat maya setelah menolak permintaan Presiden Joko Widodo.

[caption id="attachment_805154" align="alignleft" width="370"]http://images.harianjogja.com/2017/03/Penolakan-SID-terkait-permintaan-Jokowi-Instagram-@jrxsid.jpg">http://images.harianjogja.com/2017/03/Penolakan-SID-terkait-permintaan-Jokowi-Instagram-@jrxsid-370x227.jpg" alt="Unggahan artikel Majalah Rolling Stone di akun Instagram Jerinx tentang SID yang menolak permintaan Jokowi untuk menggunakan lagu mereka (Instagram @jrxsid)" width="370" height="227" /> Unggahan artikel Majalah Rolling Stone di akun Instagram Jerinx tentang SID yang menolak permintaan Jokowi untuk menggunakan lagu mereka (Instagram @jrxsid)[/caption]

Para personel SID menolak pabrik semen yang mengancam kelestarian pertanian warga Pegunungan Kendeng eks Keresidenan Pati, Jateng. Padahal, pemerintahan pimpinan Presiden Jokowi begitu nyata terlihat berambisi sehingga tampak menghalalkan segala cara demi merealisasikan pabrik PT Semen Indonesia di Rembang .


Karena itulah, tatkala orang nomor satu di Indonesia tersebut meminta izin untuk menggunakan lagu Jadilah Legenda milik Supermen Is Dead, Februari 2017 lalu, permintaan itu ditolak mentah-mentah oleh ketiga personel grup band. Lagu itu mestinya hendak digunakan pemerintah sebagai soundtrack video program Jokowi Menjawab (#JokowiMenjawab).


Penolakan itu secara lugas disampaikan I Made Ari Astina yang akrab disapa Jerinx, drummer grup band tersebut. Melalui akun Instagram miliknya, @jrxsid, ia menggungkan alasan penolakannya secara tegas atas permintaan Jokowi. Sebagai sang penulis lagu, ia tidak suka lagunya itu dipakai untuk alat kampanye politik.


"Sebagai penulis lagu Jadilah Legenda, saya meresa kurang sreg saja lagu saya dipakai alat kampanye Jokowi [atau politisi manapun] terlebih setelah melihat sikap Jokowi terhadap kasus Kendeng. Saya 100 persen mendukung perjuangan warga Kendeng," tulis Jerinx mengawali alasan penolakan yang diungkap melalui unggahan di akun Instagram, Sabtu (25/3/2017).


Jerinx khawatir solidaritasnya terhadap warga yang menolak pembangunan pabrik semen yang bakal mengekplorasi karst Pegunungan Kendeng di eks Keresidenan Pati, Jateng akan terganggu jika lagu tersebut dipakai sebagai alat kampanye Jokowi.


"Saya khawatir solidaritas saya terhadap Kendeng terdistorsi jika lagu yang saya tulis dipakai alat kampanye beliau. Saya juga menolak tawaran tersebut sebagai peringatan pada beliau jika saya/SID tidak akan selalu setuju atas kebijakan beliau. Saya bukan musisi istana," imbuh dia.


Lebih lanjut, Jerinx mengunggah foto personel grup band-nya yang dimuat dalam majalah Hai. Dalam foto tersebut tertulis permintaan maaf SID kepada jokowi atas penolakan mereka. "Maaf Pak Jokowi! Lagu kami bukan buat bapak!" demikian tulisan yang ada pada foto tersebut.


Melalui foto tersebut, Jerinx menjelaskan kronologi permintaan Jokowi untuk memakai lagunya sebagai soundtrack video program Jokowi Menjawab. Menurutnya, lagu Jadilah Legenda dipilih lantaran sarat nilai nasionalisme bagi anak muda.


Sayangnya, permintaan itu ditolak lantaran mereka tidak ingin dianggap sebagai grup musik yang mencari keuntungan dengan cara memihak pemerintah di tengah situasi negara yang panas. Mereka memilih konsisten membela warga Pegunungan Kendeng di eks Keresidenan Pati, Jateng yang terancam atas ambisi pemerintah eksploitasi gamping. (Chelin Indra Sushmita/JIBI.Solopos.com)


http://www.semarangpos.com/semarang">KLIK dan https://www.facebook.com/SemarangPos">LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya