WISATA KUDUS : Perkenalkan River Tubing, Desa Jurang Jadi Rintisan Desa Wisata

River tubing di sungai Desa Jurang, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus. (Imgrum.org)
23 Juli 2017 14:50 WIB Redaksi Solopos Semarang Share :

Wisata dikembangkan Pemkab Kudus dengan membentuk desa-desa rintisan wisata.

Semarangpos.com, KUDUS — Jumlah desa rintisan wisata di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah (Jateng) bertambah menjadi 19 desa dari sebelumnya hanya 18 desa. "Satu desa yang ditetapkan menjadi desa rintisan wisata merupakan Desa Jurang, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus," kata Kepala Bidang Pariwisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kudus Sri Wahjuningsih, Kamis (20/7/2017).

Ia mengatakan Desa Jurang tersebut memiliki objek wisata baru berupa objek wisata river tubing atau meluncur bebas di sungai dengan ban dalam bekas berukuran besar. Meskipun masih baru, katanya, keinginan warga menciptakan daya tarik wisata dengan memanfaatkan potensi alam sekitar tersebut patut diapresiasi.

Ia berharap keberadan objek daya tarik wisata baru tersebut juga didukung pemerintah desa setempat, sehingga dalam perencanaan pembangunannya nanti juga mendukung keberadaan objek wisata tersebut. Pemerintah Desa Jurang, menurut dia, perlu membuat petunjuk yang jelas terkait lokasi objek daya wisata baru tersebut, sehingga ketika orang luar desa yang melintas bisa mengetahuinya.

Semangat warga Kudus dalam membuat objek wisata baru, kata dia, memang sedang meningkat, karena bisa dijadikan mata pencaharian mereka. Salah satu desa yang warganya kini mulai membuat objek wisata memanfaatkan potensi alamnya, adalah Desa Rahtawu, Kecamatan Gebog, Kudus. "Masyarakatnya, kini berlomba-lomba membuat tempat pemandian memanfaatkan aliran sungai setempat," ujarnya.

Ia mengatakan surat keputusan tentang penetapan Desa Jurang sebagai desa rintisan wisata sudah selesai ditandatangani Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kudus Yuli Kasiyanto. Awalnya, lanjut dia, desa rintisan wisata yang ditetapkan berjumlah 11 desa, kemudian bertambah menjadi 18 desa dan kini bertambah lagi menjadi 19 desa.

Belasan desa tersebut, katanya, tersebar di sejumlah kecamatan di Kabupaten Kudus. Di antaranya, Desa Wonosoco dan Wates, (Kecamatan Undaan), Padurenan dan Rahtawu (Kecamatan Gebog), Jepang dan Temulus (Mejobo), Loram Kulon (Kecamatan Jati), Tanjungrejo, Terban, dan Hadipolo (Kecamatan Jekulo), Kaliwungu (Kecamatan Kaliwungu), Kandangmas (Kecamatan Bae), Colo, Kuwukan, Dukuh Waringin dan Margorejo (Kecamatan Dawe), Kaliputu dan Kauman (Kecamatan Kota).

Desa rintisan wisata yang dinilai berkembang dengan baik, layak diusulkan menjadi desa wisata, seperti Desa Loram Kulon, Kecamatan Jati, Kudus. Dalam rangka mendorong pengembangan belasan desa rintisan wisata tersebut, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata juga memberikan pendampingan untuk masing-masing desa tersebut.

Selain mengoptimalkan potensi wisata yang ada, masyarakatnya juga didorong untuk mengembangkan sektor usaha mikro kecil menengah (UMKM), seperti kerajinan yang bisa dijadikan cenderamata wisatawan.

http://www.semarangpos.com/semarang">KLIK dan https://www.facebook.com/SemarangPos">LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya