PENDAKI HILANG : Alami Dehidrasi, Warga Tegal Ditemukan Selamat di Gunung Slamet

Anggota tim SAR saat melakukan pencarian terhadap pendaki yang semula dikabarkan hilang, M. Charis Munandar, di Gunung Slamet, Selasa (26/9/2017). (JIBI/Semarangpos.com - Istimewa/Basarnas Kantor SAR Semarang)
27 September 2017 06:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Pendaki Gunung Slamet, Charis Muandar, yang sebelumnya dikabarkan hilang akhirnya ditemukan dalam kondisi lemas dan mengalami dehidrasi.

Semarangpos.com, SEMARANG – M. Charis Munandar, 23,  seorang pendaki gunung asal Pegirikan, Talang, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah (Jateng), yang semula dilaporkan hilang saat naik ke Gunung Slamet akhirnya ditemukan.

Informasi yang diperoleh Semarangpos.com dari Basarnas Kantor SAR Semarang, Selasa (26/9/2017) petang, Charis ditemukan di jalur TW, tepatnya di atas Pos 2 Gunung Slamet, sekitar pukul 18.30 WIB.

“Ia ditemukan dalam kondisi lemas dan mengalami dehidrasi. Saat ini korban tengah dievakuasi ke bawah oleh para anggota tim SAR,” ujar petugas Humas Basarnas Kantor SAR Semarang, Zulhawary Agustianto, dalam keterangan resmi yang diterima Semarangpos.com, Selasa petang.

Pria yang akrap disapa Zulex itu menambahkan dalam melakukan pencarian pendaki yang dikabarkan sempat hilang di Gunung Slamet itu, tim SAR menerjunkan personel gabungan yang terdiri dari anggota Basarnas, Kodim Tegal, Polsek Bumijawa, BPBD Kabupaten Tegal, PMI Tegal, Galawi Rescue, Gupala, Sarda Jateng, SAR Purbalingga, Kompak, SAR Brebes dan masyarakat sekitar.

Proses pencarian semula berlangsung alot. Bahkan, hingga sore hari menjelang petang para personel tim SAR yang melakukan pencarian belum menemukan tanda-tanda keberadaan pendaki asal Kabupaten Tegal itu.

Kepala Basarnas Kantor SAR Semarang, Noer Isrodin Muchslin, mengatakan pencarian terhadap pendaki yang hilang di Gunung Slamet sempat mengalami kendala. Pencarian terkendala cuaca yang tidak menentu.

“Cuaca beberapa kali berubah, hujan, terang, hujan lagi hingga sore. Serta kabut yang turun, membuat proses pencarian kurang maksimal. Selain itu, letak geografis survivor yang hilang berada di 2.800 meter dpl [di atas permukaan laut] membuat tim kesulitan,” ujar Noer dalam keterangan resminya.

Seperti diberitakan Semarangpos.com sebelumnya, Charis dilaporkan hilang saat perjalanan turun bersama delapan rekannya, Senin (25/9/2017). Saat hilang, Charis diketahui hanya membawa setengah botol air mineral dan tanpa membawa makanan apa pun. Bekal yang minim itulah yang kemungkinan membuatnya mengalami dehidrasi dan lemas saat ditemukan tim SAR.

http://www.semarangpos.com/semarang">KLIK dan https://www.facebook.com/SemarangPos">LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya