PERIKANAN JATENG : Alat Tangkap Ikan Ramah Lingkungan Sampai Juga di Jepara

Seorang nelayan di tengah paket alat tangkap ikan ramah lingkungan di Balai Besar Perikanan Budidaya Air Payau (BBPBAP) Jepara, Jateng Senin (16/10/2017). (JIBI/Solopos/Antara - Akhmad Nazaruddin Lathif)
17 Oktober 2017 05:50 WIB Redaksi Solopos Semarang Share :

Perikanan Jateng semakin ramah lingkungan seiring pemberian bantuan alat tangkap ikan baru dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bagi nelayan Jepara.

Semarangpos.com, JEPARA — Perikanan Jawa Tengah semakin ramah lingkungan seiring bertambah luasnya wilayah pemberian bantuan alat tangkap ikan baru dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Nelayan Kabupaten Jepara, Jateng, Senin (16/10/2017), mendapatkan giliran menerima bantuan alat tangkap ikan baru dari Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap KKP.

Penyerahan sebanyak 258 paket bantuan alat penangkapan ikan (API) ramah lingkungan kepada nelayan Jepara tersebut dilakukan di Aula Balai Besar Perikanan Budi Daya Air Payau (BBPBAP) Jepara. Kegiatan tersebut, dihadiri anggota Staf Ahli Menteri Kelautan Perikanan Bidang Kemasyarakatan dan Hubungan Antar-Lembaga Suseno Sukoyono, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, dan Bupati Jepara Ahmad Marzuqi.

"Kami berharap, bantuan alat tangkap ikan ramah lingkungan tersebut dimanfaatkan dengan baik," kata anggota Staf Ahli Menteri Kelautan Perikanan Bidang Kemasyarakatan dan Hubungan Antar Lembaga Suseno Sukoyono di Jepara.

Menurut dia, bantuan tersebut merupakan wujud nyata pemerintah dalam menjaga kelestarian sumber daya kelautan dan perikanan untuk kesejahteraan masyarakat. Selain itu, bantuan tersebut merupakan program prioritas DJPT yang diharapkan dapat memperkuat armada perikanan tangkap nasional. Total bantuan API untuk wilayah Jateng, katanya, sebanyak 2.341 paket.

Ia menambahkan upaya Menteri KKP memberantas tindakan illegal unregulated and unreported (IUU) fishing serta pembenahan perizinan merupakan wujud nyata untuk menegakkan kedaulatan dan kelestarian sumber daya kelautan. "KKP juga akan melakukan berbagai upaya lain agar sumber daya perikanan Indonesia benar-benar dikelola secara bertanggung jawab dan memberikan kesejahteraan paripurna kepada nelayan dan seluruh pelaku usaha kelautan dan perikanan," ujarnya.

Selain bantuan 258 paket API, nelayan Jepara juga memperoleh bantuan asuransi nelayan yang untuk sementara diterima 715 nelayan dari rencana sebanyak 3.500 nelayan. Adapun plafon premi asuransi nelayan di Provinsi Jateng sebanyak 53.700 orang dengan realisasi sampai saat ini sebanyak 18.252 orang.

Sementara, akses permodalan usaha penangkapan di Provinsi Jateng juga mendapatkan perhatian lebih pemerintah. Dalam kesempatan yang sama, DJPT juga membuka gerai permodalan yang bekerja sama dengan Bank BRI untuk memfasilitasi nelayan melakukan alih alat tangkap ikan yang lebih ramah lingkungan. Modal usaha penangkapan ikan untuk Provinsi Jateng mencapai Rp138,28 miliar, sedangkan bantuan permodalan untuk Kabupaten Jepara mencapai Rp1,89 miliar.

Listiono, nelayan asal Kedung mengakui, selama ini dirinya menggunakan alat tangkap ikan jenis cantrang dan arat. "Hasilnya sudah jelas, sedangkan alat tangkap yang baru apakah hasilnya juga sama dengan alat tangkap cantrang," ujarnya.

Ia berharap alat tangkap ikan yang diklaim lebih ramah lingkungan bisa untuk menyekolahkan anak dan memenuhi kebutuhan hidup keluarga.

Nelayan lainya, Mustain berharap, semua nelayan mendapatkan alat tangkap yang ramah lingkungan. Ia mengaku, bersedia berganti alat tangkap dari sebelumnya menggunakan arat beralih menggunakan bobo, meskipun pada masa transisi akan ada perubahan penghasilan.

"Saya juga ingin memberikan contoh kepada nelayan lainnya agar berganti alat tangkap yang lebih ramah lingkungan," ujarnya.

http://www.semarangpos.com/semarang">KLIK dan https://www.facebook.com/SemarangPos">LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya