BPJS Kesehatan Terganggu, Pasien JKN-KIS PBI Mengular di RSUD Kudus

Antrean di loket pendaftaran di RSUD Loekmono Hadi, Kudus, Jateng, Sabtu (18/11/2017). (JIBI/Solopos - Antara)
19 November 2017 13:50 WIB Redaksi Solopos Semarang Share :

BPJS Kesehatan memperbaiki sistem membuat pasien JKN-KIS PBI mengular di RSUD Loekmono Hadi Kudus.

Semarangpos.com, KUDUS — Antrean pemegang kartu Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) dilaporkan mengular di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Loekmono Hadi, Kudus, Jawa Tengah, sepanjang akhir pekan sejak Jumat (17/11/2017).

Berdasarkan penelusuran Kantor Berita Antara, Sabtu (18/11/2017), ratusan pemegang kartu JKN-KIS itu harus rela antre lama karena adanya gangguan sistem pada layanan yang dikelola Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan tersebut.

Salah seorang pasien, Alifi asal Desa Prawoto, warga Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati yang ditemui di sela-sela antre pendaftaran di RSUD Loekmono Hadi Kudus, Sabtu, mengaku datang untuk mengantre pendaftaran sejak pukul 05.00 WIB. Karena sistem BPJS Kesehatan masih juga mengalami hangguan maka ia baru mendapat giliran diperiksa pada pukul 10.30 WIB.

Beberapa pasien, papar dia, ada yang memilih pulang karena petugas belum bisa memberikan kepastian apakah sistem layanan masih terganggu seperti hari sebelumnya, ketika pendaftaran dibuka. Seharusnya, sesal dia, ketika sistem kembali lancar pasien tidak harus mengantre terlalu lama, nyatanya karena pelayanannya harus dilakukan secara manual maka layanan berlangsung lebih lama.

Terkait gangguan tersebut, kata dia, pihak RSUD Kudus sudah menginformasikan bahwa gangguan yang terjadi bukan di RSUD, melainkan pada sistem BPJS Kesehatan sebagai penyelenggara JKN-KIS. "Kami memang diminta bersabar, karena jumlah yang mendaftar juga banyak," ujarnya.

Jasim, pasien lainnya, mengaku memilih pulang karena petugas belum bisa memberikan waktu pasti pelayanan untuk peserta JKN-KIS khusus penerima bantuan iuran (PBI). "Saya memang membutuhkan obat rutin untuk pengobatan sakit jiwa," ujarnya.

Sementara itu, Kabid Pelayanan RSUD Loekmono Hadi Kudus, Aris Jukisno, mengakui bahwa gangguan sistem di BPJS Kesehatan terjadi sejak Jumat dan berlangsung hingga Sabtu. Akibat gangguan tersebut, papar dia, antrean pendaftaran memang panjang, karena semua pasien harus dilayani secara manual.

Pada hari Jumat, lanjut dia, jumlah pendaftar mencapai 400 pasien, sedangkan Sabtu hingga pukul 10.30 WIB mencapai 512 pasien. "Kami sudah menginformasikan penyebab antrean panjang untuk peserta JKN-KIS PBI dan mereka juga diimbau untuk bersabar," ujarnya.

Meskipun belum didaftar, kata dia, pasien dipersilakan untuk langsung menuju poli layanan untuk mendapatkan pelayanan kesehatan terlebih dahulu. Setelah itu, lanjut dia, pasien diminta untuk mengurus pendaftarannya, karena terkait dengan pengambilan obat di apotek. "Agar bisa mendapatkan obat, maka setiap pasien harus mendapatkan surat eligibilitas peserta [SEP] dari BPJS Kesehatan," ujarnya.

Ketika SEP belum diperoleh, kata dia, pasien belum bisa mendapatkan obat. Berdasarkan informasi yang dia peroleh, gangguan yang terjadi akibat adanya perbaikan data peserta JKN-KIS PBI terjadi di tingkat pusat.

Dalam rangka memberikan pelayanan maksimal terhadap pasien, kata dia, loket pendaftaran ditambah menjadi delapan loket, dari sebelumnya hanya empat loket. Harapannya, lanjut dia, pelayanan untuk pendaftar bisa lebih cepat, sehingga tidak terjadi antrean yang panjang.

http://www.semarangpos.com/semarang">KLIK dan https://www.facebook.com/SemarangPos">LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya