DPRD Semarang Tuding Pemindahan Aktivitas Terminal Terboyo Tak Matang

19 Januari 2018 10:50 WIB Semarang Share :

DPRD Semarang menuding pemindahan Terminal Terboyo oleh eksekutif pemkot setempat tak dilaksanakan dengan persiapan matang.

Semarangpos.com, SEMARANG — DPRD Kota Semarang menuding kebijakan pemindahan transit bus dari Terminal Terboyo ke Terminal Mangkang dan Penggaron tidak disiapkan eksekutif pemkot secara secara matang. "Dishub Kota Semarang seharusnya konsisten dalam menentukan kebijakan. Penataan terminal sejauh ini terkesan tidak serius," kata Ketua DPRD Kota Semarang Supriyadi di Kota Semarang, Jawa Tengah, Kamis (18/1/2018).

Hal tersebut diungkapkan politikus PDI Perjuangan itu menanggapi diperbolehkannya kembali bus masuk ke Terminal Terboyo Semarang sehari setelah kebijakan pemindahan terminal diberlakukan. Kebijakan itu diambil Pemkot Semarang setelah digelar demo awak angkutan umum di Terminal Terboyo yang membuat transportasi umum di sebagian ruas jalur jalan pantai utara (pantura) laksana lumpuh.

[Baca juga http://www.semarangpos.com/2018/01/17/demo-angkutan-umum-di-semarang-penumpang-bus-di-kudus-yang-telantar-885666" target="_blank">Demo Angkutan Umum di Semarang, Penumpang Bus di Kudus Yang Telantar]

Mestinya, sesal Supriyadi, pemindahan terminal dipersiapkan secara matang, termasuk perlunya penataan secara berkelanjutan sehingga kebijakan tersebut bisa mengakomodasi seluruh pihak. Ia tidak mempermasalahkan pemindahan transit bus dari Terminal Terboyo ke Terminal Mangkang dan Penggaron, tetapi mestinya dilakukan dengan pengkajian mendalam sehingga tidak menimbulkan polemik berkepanjangan.

"Mulai dampak lalu lintas hingga dampak sosial harus dipikirkan. Pedagang kaki lima [PKL] di Terminal Terboyo sebetulnya tidak menolak pemindahan terminal, tetapi tempat relokasinya disiapkan dulu," katanya.

Kenyataannya, kata dia, infrastruktur di tempat relokasi di Terminal Mangkang dan Penggaron belum disiapkan secara matang sehingga pedagang tetap bertahan di Terminal Terboyo Semarang. "Seharusnya, dikaji dan disiapkan dulu. Jangan sampai malah menimbulkan polemik seperti sekarang ini. Kondisi saat ini, antara Terminal Mangkang dan Penggaron belum siap semua," katanya.

[Baca juga http://www.semarangpos.com/2018/01/18/demo-angkutan-umum-kembalikan-izin-bus-masuk-terminal-terboyo-semarang-885984" target="_blank">Demo Angkutan Umum Kembalikan Izin Bus Masuk Terminal Terboyo Semarang]

Persoalan lain yang harus ditata, kata dia, kemunculan terminal-terminal bayangan, seperti di daerah Krapyak, dan sebagainya sehingga malah tidak terpusat transit busnya di Terminal Mangkang. "Padahal, Terminal Mangkang telah dibangun dengan dana ratusan miliar, sekarang malah mangkrak. Ya, secara keseluruhan saya menilai pengelolaan sejumlah terminal di Semarang tidak serius," katanya.

Terkait sikap Dishub Kota Semarang yang mengizinkan kembali bus antarkota antarprovinsi (AKAP) dan antarkota dalam provinsi (AKPD) kembali masuk Terminal Terboyo sejak Rabu (17/1/2018) lalu, Kepala Dishub Kota Semarang Muhammad Khadik mengatakan akan ada rapat bersama Dishub kota, Dishub provinsi, dan Kementerian Perhubungan untuk menyepakati win-win solution kebijakan pemindahan terminal. "Kami juga menginginkan apa yang dikehendaki para awak bus dan pedagang agar dilakukan bedhol desa disetujui. Maksudnya, seluruh bus, baik AKAP maupun AKDP bersama pedagang dipindah di satu tempat, yakni Terminal Mangkang," katanya.

http://www.semarangpos.com/semarang">KLIK dan https://www.facebook.com/SemarangPos">LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya