KELUARGA BERENCANA : Angka Kesuburan Total Jateng Menurun

24 Maret 2018 02:50 WIB Semarang Share :

Keluarga Berencana (KB) di Jateng diwarnai menurunnya angka fertilitas atau kesuburan total perempuan Jateng.

Semarangpos.com, SEMARANG — Jumlah angka fertilitas atau  kemampuan menghasilkan keturunan alias kesuburan total di Jawa Tengah di Provinsi Jawa Tengah pada 2017 mengalami penurunan dibandingkan pada tahun sebelumnya. Hal itu ditunjukkan dari menurunnya jumlah rata-rata anak yang dilahirkan seorang perempuan Jateng di akhir masa reproduksinya.

"Pada 2016, angka fertilitas total di Jateng tercatat 2,5, tapi pada tahun ini menjadi 2,3 atau lebih rendah dari angka fertilitas total nasional yang masih berada pada angka 2,4 sesuai hasil Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) 2017," ungkap Kepala Biro Kepegawaian Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Djusni Meirida di Kota Semarang, Jateng, Rabu (21/3/2018).

Secara khusus, ia mengapresiasi pencapaian angka fertilitas total yang merupakan kerja keras seluruh pengelola serta petugas Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK). "Khusus Jateng, kondisi capaian SDKI 2017 sudah mencapai angka fertilitas total 2,3 dengan contraceptive prevelance rate sebesar 65,7. Suatu capaian yang baik di atas rata-rata nasional," ujarnya.

Hal tersebut disampaikan Djusni pada Rapat Koordinasi Daerah Program Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kompleks Kantor Gubernur Jateng, Jl. Pahlawan, Kota Semarang.

Kepala BKKBN Perwakilan Jawa Tengah Wagino menyebutkan, jumlah peserta Keluarga Berencana aktif di Jateng hingga Desember 2017 tercatat sebanyak 76,89 persen, dengan kontribusi KB perempuan 96,84 persen, dan laki-laki hanya 3,16 persen. Kemudian, peserta KB baru hanya 53,16 persen dari perkiraan permintaan masyarakat sebanyak 1.544.366 jiwa sehingga, menurut dia, pengetahuan pasangan usia subur mengenai alat kontrasepsi modern perlu menjadi perhatian serius dari berbagai pihak terkait.

"Dari jumlah peserta KB baru, 95,77 persen perempuan, dan laki-laki 4,23 persen, KB yang terbanyak digunakan KB suntik sebesar 53,06 persen, sedangkan 57,37 persen pelayanan KB dilakukan di pelayanan pemerintah," katanya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Gubernur Jawa Tengah Heru Sudjatmoko berpendapat, program keluarga berencana adalah program yang penting dan strategis, sebab berkaitan dengan pembangunan kualitas sumber daya manusia. "Sudah banyak bukti, bangsa yang punya kualitas sumber daya manusia yang bagus menjadi bangsa yang unggul, contohnya Vietnam yang sudah lebih maju," ujarnya.

Untuk menciptakan kualitas sumber daya manusia yang bagus, kata Heru, ditentukan sejak anak berada di dalam kandungan karena jika saat di kandungan gizinya sudah tidak terpenuhi, maka besar kemungkinan anak menderita kekurangan gizi kronis. "Akibatnya antara lain, tubuh anak pendek, terjadi penurunan fungsi kekebalan tubuh, dan kecerdasannya terganggu," katanya.

http://www.semarangpos.com/semarang">KLIK dan https://www.facebook.com/SemarangPos">LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya