2 Siswa DO SMAN 1 Semarang Bisa Ujian Nasional 2018

Puluhan siswa SMAN 1 Semarang berdemonstrasi sebagai bentuk solidaritas bagi AN dan AF yang dikeluarkan menjelang UN. (Imam)
09 April 2018 15:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG —Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jawa Tengah mengklaim dua siswa yang di-drop out (DO) dari SMAN 1 Semarang tetap bisa mengikuti Ujian Nasional 2018. "Dua siswa itu sudah terdaftar data pokok pendidikan [dapodik]-nya di sekolah lain. Yang AN di SMAN 2, yang AF di SMAN 6 Semarang," kata Kepala Disdikbud Jateng Gatot Bambang Hastowo di Kota Semarang, Jateng, Minggu (8/4/2018) malam.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, SMAN 1 Semarang mengeluarkan dua siswa, AN dan AF, yang duduk di kelas XII menjelang pelaksanaan Ujian Nasional 2018 setelah menuduh keduanya terlibat dalam kasus dugaan kekerasan terhadap junior mereka saat kegiatan latihan dasar kepemimpinan (LDK) OSIS. Disdikbud Jateng semula memfasilitasi keduanya pindah ke sekolah lain, yakni AN di SMAN 11 dan AF di SMAN 13 Semarang, dengan pertimbangan dekat dengan lokasi tempat tinggalnya.

"Ya, ini kewajiban kami untuk menjamin hak siswa untuk mengikuti ujian. Makanya, sebelumnya kan kami tawari untuk pindah di SMAN 11 bagi AN dan SMAN 13 bagi AF. Pertimbangannya, dekat sama rumahnya," katanya.

Namun, diakuinya, kedua siswa itu menolak dan sempat bersikukuh untuk tetap bisa bersekolah di SMAN 1 Semarang sembari memperjuangkan nasib mereka dalam proses yang ditempuh secara hukum. "Mereka mau, kok, AN mau di SMAN 2 dan AF di SMAN 6 Semarang. Mereka milihnya di dua sekolah itu, ya, tidak masalah. Bahkan, mereka sudah melaksanakan ujian sekolah pada bulan Maret lalu di sekolah barunya," katanya.

Mengenai ijazah kelulusan mereka nantinya, kata dia, akan dikeluarkan oleh SMAN 2 dan SMAN 6 karena dapodiknya sudah terdaftar di sekolah baru, bukan dikeluarkan oleh SMAN 1 Semarang. Yang jelas, simpul Gatot, Disdikbud berkewajiban memenuhi hak anak dalam mendapatkan pendidikan, termasuk mengikuti ujian terpenuhi, dan tidak hanya berlaku bagi kedua siswa tersebut.

"Kalau ada siswa-siswa lain yang mengalami kasus serupa, ya, kewajiban kami untuk memfasilitasi mereka mendapatkan hak-haknya. Jadi, bukan hanya berlaku bagi mereka berdua saja [AN dan AF]," katanya.

Ia mengharapkan kedua siswa yang bersangkutan, yakni AN dan AF, berkonsentrasi penuh untuk menghadapi pelaksanaan UNBK sebagai jalan untuk meraih masa depan mereka yang lebih baik. "Kami minta mereka berkonsentrasi menghadapi ujian [nasional], jangan pikirkan masalah yang lain. Rencananya, besok (Senin, 9-4-2018), kami juga akan meninjau ujian di dua sekolah itu," kata Gatot.

Sumber : Antara