Kisah Inspiratif: Gadis di Salatiga Rela Angkat Cangkul Demi Bantu Ortu

Seorang gadis (berkaus biru) di Kampung Klumpit, Kelurahan Sidorejo Kidul, Kecamatan Sidorejo, Kota Salatiga, Jateng, yang dikabarkan bersedia mencangkul demi membantu orang tuanya. (Facebook/Baksos Mbledos Salatiga)
11 April 2018 14:50 WIB Ginanjar Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SALATIGA Seorang gadis muda usia di Kampung Klumpit, Kelurahan Sidorejo Kidul, Kecamatan Sidorejo, Kota Salatiga, Jawa Tengah (Jateng) mampu menebar kisah inspiratif dengan aksinya. Gadis tersebut dikabarkan rela mengangkat cangkul demi membantu orang tuanya.

Kisah inspiratif itu kemudian mengemuka di grup Facebook Kabar Salatiga melalui akun Facebook Baksos Mbledos Salatiga, Senin (9/4/2018). Pengguna aklun Facebook tersebut mengunggah foto yang menunjukkan seorang gadis berbaju biru sedang mencangkul pasir yang hendak dipindahkan.

Pengguna akun Facebook Baksos Mbledos Salatiga menjelaskan gadis kecil itu mencangkul tanpa menunjukkan keterpaksaan pada raut mukanya. "Jangan kalah semangat dengan anak kecil di Klumpit siang ini [Senin]. Macul [Mencagkul] pasir di terik matahari tanpa ada raut muka keterpaksaan," tulisnya pada keterangan video.

Tak pelak kisah yang dianggap inspiratif itu mampu menyita perhatian publik pengguna Internet (netizen) dan memicu beragam komentar. Kebanyakan dari mereka ramai melontarkan pujian dan mendoakan agar gadis tersebut menjadi orang yang berguna di masa depan. "Siiip ya dek tapi jangan lupa belajar biar orang tua senang," tulis pengguna akun Facebook Yani Kristri.

"Salut, wanita memang luar biasa pokoknya," timpal pengguna akun Facebook Epul Eepz.

"Jos banget. Jangan lupa belajar yang giat ya dek," ungkap pengguna akun Facebook Ulyana Ulyanaungguh.

Pengguna akun Facebook Baksos Mbledos yang kali pertama mencuatkan kisah inspiratif tersebut memperkirakan gadis itu sepantaran dengan anak kelas IV hingga kelas VI sekolah dasar. Ia membeberkan gadis tersebut bahkan tampak senang ketika mengangkat cangkul demi membantu memindahkan pasir. "Mungkin sekolah SD 4-6. Macul sambil bercengkerama sama keluarganya," tulisnya.