Roma Vs Barca Jadi Laga Terakhir Iniesta di Liga Champions?

Andres Iniesta (Reuters/Alberto Lingria)
12 April 2018 06:25 WIB Hanifah Kusumastuti Dunia Share :

Solopos.com, ROMA – Andres Iniesta tak bisa menyembunyikan kekecewaannya setelah Barcelona disingkirkan AS Roma dari perempatfinal Liga Champions di Olimpico, Rabu (11/4/2018) dini hari WIB. Ia berjalan tertunduk, lalu menutup mukanya dengan kaus begitu wasit meniup peluit akhir pertandingan yang memastikan Barca tersingkir dengan agregat 4-4 karena kalah produktivitas gol tandang.

Dalam wawancara seusai pertandingan, Iniesta secara emosional mengatakan pertandingan di Olimpico bisa menjadi ajang perpisahannya di Liga Champions. Pemain berusia 33 tahun tersebut tidak menutup peluang untuk meninggalkan Eropa musim panas nanti.

“Itu sangat mungkin [ini musim terakhir di Liga Champions] dan karena alasan itu saya merasa ini lebih menyakitkan. Ini eliminasi yang paling menyakitkan karena tidak ada yang mengira [Barca tersingkir], karena kami unggul lebih dahulu [tiga gol pada leg pertama],” jelas Iniesta, seperti dilansir Sky Sports.

Iniesta dan Liga Champions seperti dua hal yang sulit dipisahkan. Pemain berjuluk El Caballero Palido (Penyihir Bermuka Pucat) menjadi segelintir orang yang sukses di turnamen paling gamlor di Eropa itu. Ia telah empat kali meraih Si Kuping Lebar, sebutan trofi Liga Champions. Masing-masing pada 2005/2006, 2008/2009, 2010/2011, serta 2014/2015. Iniesta mengantongi gelar itu dengan tiga pelatih berbeda, yakni Frank Rijkaard (sekali), Josep Guardiola (dua kali), dan Luis Enrique (sekali).

“Ketika Anda melakukan sesuatu yang buruk, membuat banyak kesalahan, dan tidak beradaptasi dengan permainan, maka ini bisa terjadi. Ini kekecewaan yang sangat besar karena musim ini kami kami seharusnya bisa melakukannya. Ini sulit diterma karena kami punya kans yang besar dan bisa lolos,” sesal Iniesta.

Barca pun tinggal menyisakan dua kans untuk meraih trofi musim ini, masing-masing di Liga Spanyol dan Copa del Rey. Blaugrana, julukan Barca, berpeluang besar karena unggul 11 poin di puncak klasemen Liga Spanyol dalam tujuh laga tersisa, plus lolos ke final di Copa del Rey.