Pilkada 2018: 400 Napi di Jateng Kehilangan Hak Suara

Ketua KPU Jateng, Joko Purnomo, saat melakukan penandatanganan hasil rekapitulasi DPT Pilgub Jateng di Semarang, Jumat (20/4/2018). (Solopos - Imam Yuda S.)
22 April 2018 13:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG – Sekitar 400 orang narapidana (napi) yang menghuni Lembaga Pemasyarakatan (LP) di Purwokerto, Banyumas, kehilangan hak suaranya pada pemilihan kepala daerah (pilkada) atau tepatnya Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Jawa Tengah (Jateng) 2018.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Tengah (Jateng), Joko Purnomo, mengatakan para napi itu kehilangan hak suara karena tidak memiliki kelengkapan identitas.

“Saat dilakukan perekaman data, mereka tidak bisa menunjukkan identitas. Alhasil, kami coret dari Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pilgub Jateng,” ujar Joko saat dijumpai wartawan seusai memimpin Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi DPT Pilgub Jateng di kantor KPU Jateng, Jl. Veteran No.1A, Kota Semarang, Jumat (20/4/2018).

Ke-400 napi itu sebelumnya sempat didaftarkan di TPS 7 LP Purwokerto dalam Daftar Pemilih Sementara (DPS) Pilgub Jateng. Namun, karena seluruhnya tidak dapat menunjukkan identitasnya praktis dicoret.

“TPS 7 di LP Purwokerto akhirnya kami coret karena pemilihnya tidak dapat melakukan perekaman data pemilih. Praktis, TPS-nya juga kami coret,” imbuh Joko.

Dari data DPT Pilgub Jateng 2018 yang telah ditetapkan KPU Jateng, jumlah TPS di Jateng mencapai 63.973 TPS. Jumlah ini berkurang satu TPS dari data DPS yang sebelumnya diumumkan KPU Jateng, yakni 63.974 TPS.

Ke-63.973 TPS itu tersebar di 8.559 desa atau kelurahan dari 573 kecamatan se-Jateng. Sementara, jumlah DPT Pilgub Jateng 2018 yang telah ditetapkan KPU mencapai 27.068.125 orang yang terdiri dari 13.478.821 pemilih laki-laki dan 13.589.304 pemilih perempuan.

“Berbeda dengan DPT pada pilkada sebelumnya yang jumlah pemilih perempuan mendominasi di setiap kabupaten/kota, kali ini ada beberapa daerah yang jumlah pemilih laki-lakinya lebih banyak dibanding pemilih perempuan,” tegas Joko. 

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya