Bulog Pastikan Stok Pangan di Jateng Aman Hingga Lebaran

Ilustrasi barang kebutuhan pokok. (JIBI/Dok.)
26 April 2018 17:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG – Kepala Perusahaan Umum (Perum) Badan Urusan Logistik (Bulog) Divisi Regional (Divre) Jawa Tengah (Jateng), Djoni Nur Ashari, menyatakan stok sejumlah bahan pokok di wilayah Jateng aman menjelang Ramadan dan Lebaran 2018. Ia bahkan menjamin stok barang-barang kebutuhan pokok itu, seperti beras, akan tersedia hingga pasca-Lebaran nanti.

Hal itu disampaikan Djoni saat menghadiri Rapat Koordinasi Ketersediaan Barang Pokok Penting Menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional 2018 di Wisma Perdamaian, Kota Semarang, Kamis (26/4/2018).

Sebelum menggelar rapat koordinasi itu, Bulog bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jateng dan Kementerian Perdagangan (Kemendag) melakukan peninjauan harga sejumlah bahan pokok di Pasar Johar, Kota Semarang.

“Stok aman. Langkah-langkah persiapan sudah kita lakukan sejak pekan kemarin, mulai gerakan stabilisasi pangan hingga operasi pasar. Utamanya di pasar-pasar pencatatan inflasi di Jateng,” ujar Djoni.

Djoni menyebutkan untuk beras saat ini stok yang tersedia mencapai 55.179 ton yang jenis PSO. Sedangkan, stok beras jenis komersial mencapai 12.149.671 kg. Jumlah itu masih bakal bertambah menyusul adanya penyerapan gabah dari petani yang mencapai 8.600 ton dalam waktu dekat ini.

“Dengan jumlah itu, saya yakin stok beras di Jateng aman. Bukan hanya menjelang bulan puasa tapi hingga pasca-Lebaran nanti,” tegas Djoni.

Selain beras, Djoni juga memastikan stok sejumlah barang kebutuhan pokok lain juga aman. Untuk gula kristal saat ini jumlah yang tersedia di Jateng mencapai 39.380.847 kg. Sedangkan stok minyak goreng mencapai 474.646 liter.

“Sedangkan untuk tepung terigu ada 73.720 kg, daging 6.357 kg, jagung 18.150 kg, dan telur ayam sekitar 160 kg,” beber Djoni dalam paparannya.

Selain memantau ketersediaan bahan pokok menjelang puasa dan Lebaran, dalam kesempatan itu Bulog juga meninjau kestabilan harga pangan di pasaran.

Djoni mengaku hingga saat ini tidak menemukan adanya lonjakan harga yang cukup signifikan. Harga beras di pasaran masih terpantau wajar, baik jenis premium maupun medium.

“Harga beras yang paling mahal jenis premium Rp12.300 per kg. Memang masih di atas HET [Rp9.400]. Itu yang coba kita stabilkan, terutama saat puasa nanti,” imbuh Djoni.

Sementara itu, Kepala Disperindag Jateng, M. Arif Sambodo, menyebutkan akan terus melakukan koordinasi dengan Bulog dan pemerintah kabupaten atau kota untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok sesuai dengan kebijakan yang telah ditetapkan pemerintah atau HET (harga eceran tertinggi).

“Kita akan terus berupaya menstabilkan harga sesuai HET. Tentunya, masalah HET ini bukan hanya terkait ketersediaan, tapi juga distribusi,” beber Arif.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya