Waspada! Penipuan Penerimaan Pegawai PLN Kembali Marak

Ilustrasi lowongan pekerjaan. (Bisnis/Rachman)
27 April 2018 11:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG – PT PLN Distribusi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DJTY) mengimbau masyarakat untuk tidak mudah mempercayai informasi lowongan pekerjaan atau proses penerimaan pegawai PLN yang memungut biaya.

Imbauan ini disampaikan PLN DJTY menyusul maraknya praktik penipuan penerimaan pegawai yang mengatasnamakan PLN, belakangan ini.

“PLN tidak melakukan korespondensi terkait penerimaan pegawai dan tidak memungut biaya apa pun kepada pelamar selama mengikuti seleksi. Selain itu, kami juga tidak menerapkan sistem refund atau penggantian biaya transportasi dan akomadasi kepada pelamar selama mengikuti proses seleksi,” ujar Deputi Manajer Komunikasi dan Bina Lingkungan PT PLN DJTY, Hardian Sakti, dalam keterangan resmi yang diperoleh Semarangpos.com, Kamis (26/4/2018).

Hardian menambahkan, selama ini informasi terkait lowongan kerja atau penerimaan pegawai PLN telah diinformasikan melalui laman Internet resmi PLN di www.pln.co.id dan rekrutmen.pln.co.id.

Oleh karena itu, pihak PLN pun meminta masyarakat lebih teliti dan memperhatikan informasi di website resmi PLN itu sehingga tidak mudah tertipu oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

“Dalam perekrutan pegawai baru, PLN tidak bekerja sama dengan pihak lain, termasuk biro perjalanan. PLN hanya melakukan proses perekrutan pegawai melalui situs di pln.co.id, PLN juga tidak memungut biaya apa pun dalam proses perekrutan itu. Oleh karena itu, kami mengimbau masyarakat lebih berhati-hati dan selalu melakukan pengecekan melalui website resmi PLN atau contact center PLN di 123, Twitter, maupun Facebook,” jelas Hardian.

Hardian menambahkan selama ini PLN memang melakukan proses perekrutan pegawai baru melalui aplikasi berbasis web. Hal itu dilakukan guna menjaring tenaga kerja unggul yang memahami kemajuan teknologi informasi.

“Oleh karena itu, kami tidak bertanggung jawab atas segala kerugian yang disebabkan penipuan dengan mengatasnamakan PLN,” tegas Hardian.

Sebelumnya, pihak PLN DJTY menerima aduan laporan adanya dugaan praktik penipuan terkait penerimaan pegawai yang mengatasnamakan PLN. Dalam aduan itu, pihak korban bahkan diminta membayar uang penginapan maupun transportasi selama menjalani seleksi kepada agen perjalanan bernama Travelocity.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya