Ada Grab di Balik Gambar Penyeberangan Jalan Semarang

Gambar bandeng di tempat penyeberangan jalan Jl. Pandanaran, Kota Semarang, Jateng. (Semarangpos.com/Imam Yuda S.)
29 April 2018 21:50 WIB Rahmat Wibisono Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Gambar-gambar unik di zebra cross, tempat penyeberangan jalan, di Kota Semarang yang sempat mengagetkan warga pada pengujung Maret 2018 lalu ternyata digagas platform pemesanan kendaraan dan pembayaran mobile, Grab.

Pengakuan Grab terkait pembuatan lukisan-lukisan unik yang menimpa garis-garis putih zebra cross di Kota Semarang itu disampaikan Managing Director Grab Indonesia, Ridzki Kramadibrata, melalui siaran pers yang diterima pers di Jakarta, Minggu (29/4/2018).

Menurut Ridzki Kramadibrata sebagaimana dikutip Kantor Berita Antara, kiprah Grab bersama mitra pengemudi dan seniman mural itu memecahkan rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (Muri) untuk kategori menghias tempat penyeberangan jalan (zebra cross) terbanyak di Indonesia. Tak kurang dari 30 zebra cross di Kota Semarang ditimpa dengan gambar lain dalam proyek itu.

Berdasarkan catatan Semarangpos.com, Kepala Dinas Perhubungan Kota Semarang, M. Khadik, akhir maret 2018 silam, menyatakan pemanfaatan zebra cross berpola itu akan diuji coba sampai tiga bulan ke depan demi menangkap respons masyarakat. Jika ada kritik dan keluhan, ia berjanji akan segera memperbaiki.

Namun, ia menilai gambar tokoh animasi di zebra cross itu tak akan mengganggu pengguna jalan, terutama pejalan kaki. Khadik justru menganggap keberadaan gambar tokoh animasi di sejumlah tempat penyeberangan jalan itu akan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menggunakan zebra cross sebagai fasilitas menyeberang jalan.

“Enggak akan mengganggu kok. Malahan di era yang semakin maju seperti saat ini, sesuatu yang unik mudah diingat masyarakat. Toh ini jadi bagian kampanye kami untuk menggalakan warga dalam memakai zebra cross,” kata Khadik.

Sementara itu, anggota DPRD Kota Semarang, Suharsono, justru menyoroti kreativitas Dinas Perhubungan Kota Semarang yang memodifikasi zebra cross di beberapa ruas jalan ibu kota Jawa Tengah dengan gambar itu. Meski sebagian warga memuji hal itu sebagai kreativitas, legislator justru menganggap perlunya pengkajian ulang.

Menurut dia, keberadaan zebra cross yang divariasi dengan gambar-gambar itu harus didasarkan pada peraturan perundang-undangan yang ada dan kajian terkait efektivitas dan dampaknya bagi pengguna jalan. “Apakah bisa meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menggunakan zebra cross saat menyeberang supaya mampu meminimalisasi kecelakaan lalu lintas? Ataukah bagaimana? Sudah ada kajiannya belum?” tanyanya kala itu.

Bagi Grab, sebagaimana dipaparkan Ridzki Kramadibrata selaku managing director, pembuatan gambar-gambar yang menimpa zebra cross di Kota Semarang tersebut tak lebih dari memeriahkan peringatan hari jadi ke-471 ibu kota Jateng ini. Ia lalu memaparkan misi Grab untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui kerja sama dengan pemerintah dalam membangun kota pintar dan nyaman untuk ditinggali.

Hal itu, lanjut dia, bukan hanya diukur dari ketersediaan infrastruktur dasar bagi warga, tetapi juga dengan penambahan beragam unsur estetika pada berbagai fasilitas umum termasuk jalan raya. "Menghias zebra cross secara kreatif adalah salah satu upaya Grab untuk meningkatkan ketertarikan para pengguna jalan agar menyeberang pada tempatnya," ujar Ridzki Kramadibrata.

Desain-desain yang diciptakan untuk menghias zebra cross itu, papar dia lebih lanjut, antara lain motif tiga dimensi, tugu muda, beberapa jenis hewan, dan jejak kaki yang diharapkan dapat menarik minat pejalan kaki sehingga mereka akan menyeberang dengan lebih aman. Kegiatan yang digagas Grab itu, klaimnya, juga diapresiasi oleh Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi.

"Kami harap kerja sama yang telah terbangun ini dapat diperluas melalui berbagai inisiatif lain, guna mendorong peningkatan kesadaran masyarakat akan keselamatan berlalu lintas sekaligus meningkatkan kualitas dan estetika infrastruktur jalan raya di Semarang pada masa mendatang," kata dia.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Antara