Bekraf Ajak Pelaku Ekonomi Kreatif di Jateng Gabung BISMA

Sekretaris Utama Bekraf, Mesdin Kornelis Simarmata (kiri), saat meninjau usaha ekonomi kreatif di Semarang, Sabtu (28/4 - 2018). (Istimewa/Bekraf)
01 Mei 2018 03:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG – Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) mengajak pelaku ekonomi kreatif di Jawa Tengah (Jateng) mendaftkan diri dalam Bekraf Information System and Mobile Application (BISMA). Upaya mengajak para pelaku ekonomi kreatif di Jateng itu ditunjukkan Bekraf dalam acara BISMA Goes to Get Member (Bigger) yang digelar di MG Setos Hotel, Kota Semarang, Sabtu (28/4/2018).

BISMA merupakan program unggulan bagi pelaku kreatif agar terdaftar dalam database Bekraf. Pelaku ekonomi kreatif bisa mendaftar melalui aplikasi di telepon pintar maupun website.

Sekretaris Utama Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), Mesdin Kornelis Simarmata, menyebutkan keuntungan yang didapat pelaku ekonomi kreatif dalam BISMA. Salah satu keuntungan itu, yakni pelaku ekonomi bisa memperoleh fasilitasi dari Bekraf untuk pengembangan usaha.

“Selama ini pelaku ekonomi kreatif sulit mendapatkan fasilitas permodalan dari perbankan. Kesulitan ini akan diatasi melalui fasilitasi dari Bekraf,” ujar Mesdin dalam siaran pers yang diterima Semarangpos.com, Minggu (29/4/2018).

Deputi Riset, Edukasi, dan Pengembangan Bekraf, Abdur Rohim Boy, menyebutkan penghasilan ekonomi kreatif di Indonesia pada 2016 lalu mencapai Rp922,59 triliun. Jumlah itu lebih tinggi sekitar 4,95% dibanding pendapatan yang diperoleh pada tahun 2015.

Sementara itu, dilihat dari jumlah unit usaha ekonomi kreatif berdasarkan Sensus Ekonomi 2016 untuk Klasifikasi Bahan Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) ada sekitar 8.203.826 jenis usaha. Sedangkan kegiatan yang digelar di Kota Semarang itu menggandeng sekitar 61.668 pelaku kreatif yang kebanyakan bergerak di subsektor kuliner.

“Dari 61.668 pelaku kreatif yang ada di Semarang, 49.309 pelaku di antaranya bergerak di bidang kuliner, sementara 7.471 pelaku di bidang fesyen, dan kriya mencapai 4.468 usaha. Ini sangat potensial dalam pengembangan ekonomi kreatif bagi Bekraf untuk berkoordinasi dan memfasilitasi terjadinya kolaborasi antarpelaku kreatif,” tutur Abdur Rohim.

Selain mendapat kemudahan fasilitas permodalan, pelaku ekonomi kreatif yang terdaftar dalam BISMA juga akan memperoleh kemudahan dalam mendaftarkan Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI). Hal itu disampaikan Deputi Fasilitasi HAKI dan Regulasi Bekraf, Ari Juliano.

”Kami setiap bulan melakukan pengecekan dan memberitahukan sejauh mana progres dari HAKI yang diajukan pelaku kreatif tersebut,” tukasnya.

Pada acara tersebut, para pelaku kreatif berbagi pengetahuan dengan narasumber yang terdiri dari pelaku, asosiasi dan komunitas ekonomi kreatif, seperti Chef Molecular Gastronomy Indonesia, Adrian Ishak;  masterclass di bidang trend forecasting 2019-2020, Tee Dina Midiani dan Lia Mustafa; serta masterclass tentang kolaborasi desain Ilham Pinastiko dan Sylvie Arizkiany Salim.