Pemprov Jateng Klaim Tuntaskan Distribusikan Kartu Tani

Rangkaian acara penyaluran Kartu Tani secara simbolis di Sumenep, Madura, Jawa Timur. (Bisnis/Istimewa)
04 Mei 2018 01:50 WIB Alif Nazzala Rizqi Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengklaim telah menuntaskan distribusi Kartu Tani di 35 kabupaten dan kota setempat. Penuntasan distribusi kartu bikinan BRI itu diklaim sebagai langkah konkret Pemprov Jateng dalam melakukan pendistribusian pupuk.

Klaim itu dikemukakan Asisten Administrasi Sekda Provinsi Jateng Budi Wibowo. Tak tanggung-tanggung, ia memaparkan bahwa program nasional yang didukung bank-bank badan usaha milik negara (BUMN) itu sebagai terobosan yang digagas Gubernur Jateng Ganjar Pranowo yang kini tengah mencalonkan diri kembali melalui pilkada atau Pilgub Jateng 2018 untuk memudahkan petani mendapatkan pupuk.

"Kami tegaskan bahwa Kartu Tani sudah semua didistribusikan ke semua petani. Namun kami belum mengetahui jumlah petani dikarenakan banyak masyarakat yang benar-benar menjadi petani dan juga buruh tani," kata Budi sebagaimana dipublikasikan Jaringan Informasi Bisnis Indonesia (JIBI), Kamis (3/5/2018).

Kartu Tani, menurut Budi sangat membantu petani dalam memperoleh pupuk pada setiap Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) di 35 kabupaten/kota seluruh Jateng. "Kartu Tani terbukti sangat membantu petani memperoleh pupuk hanya saja mereka perlu diajari menggunakan ATM untuk mendapatkan pupuk dari pemerintah," tambahnya.

Sebelumnya, Dari data yang dihimpun Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jateng penyaluran pupuk sampai akhir April 2018 urea 234.141 ton, SP36 49.886 ton, ZA 59.996 ton, NPK 106.559 ton, organik 48.834 ton Kepala Seksi Pupuk Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jateng Asil Sarpras menuturkan, semua petani telah difasilitasi dengan memberikan kemudahan mendapatkan pupuk lewat beberapa Gapoktan di tiap kabupaten/kota.

"Petani terus kami upayakan untuk kemudahan akses mendapatkan pupuk, dan pemerintah sudah siap memfasilitasi jika ada ketersendatan dalam memperoleh berbagai jenis pupuk," katanya.

Dikatakan Asil stok pupuk di pengecer cukup untuk satu tahun, baik masa tanam I, II, dan III. Jika ada yang kurang maka akan ada penambahan stok pada bulan Juni.

Menurutnya, Kartu Tani tak perlu menjadi polemik karena justru menjamin hak petani mendapatkan pupuk bersubsidi. Petani yang mengalami kesulitan menurutnya hanya karena harus membiasakan dengan sistem baru.

Asil menyebutkan manfaat menggunakan kartu tani. Di antaranya, pertama, untuk petani yang sudah mendapat kartu tani bisa membeli dengan tunai dan mendapatkan pupuk 100% RDKK. Kedua, petani yang belum mendapatkan kartu tani namun sudah masuk kelompok tani dan memiliki data RDKK, bisa membeli dengan hanya menunjukkan KTP. 

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya