Kampus di Semarang: Undip Wisuda 2.282 Mahasiswa

Rektor Undip, Yos Johan Utama (kedua dari kanan), menyalami salah satu wisudawan pada acara upacara wisuda ke-150 Undip di kampus Undip, Tembalang, Semarang, Jumat (4/5 - 2018). (Istimewa/Humas Undip)
05 Mei 2018 23:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG – Kampus Universitas Diponegoro (Undip) Semarang kembali menggelar wisuda bagi mahasiswa yang telah menyelesaikan studi atau dinyatakan lulus. Upacara wisuda yang diikuti sekitar 2.282 mahasiswa itu digelar selama tiga hari, Rabu-Jumat (2-4/5/2018) di kampus Undip Tembalang, Semarang.

Wisuda ke-150 Undip itu diikuti 483 mahasiswa dari program pascasarjana meliputi program S3 (doktor), magister (S2) dan spesialis, 98 mahasiswa dari program profesi, 1.590 lulusan dari progam S1 (sarjana) dan 111 lulusan dari program diploma (D3).

Dengan diwisudanya 2.282 mahasiswa itu, praktis jumlah lulusan Undip sejak berdiri hingga saat ini mencapai 200.035 orang.

Rektor Undip, Yos Johan Utama, mengatakan bahwa berbagai ilmu dan keahlian terbaik telah diperoleh dan dikuasai, namun itu semua tidak cukup sebab dalam menghadapi perubahan yang cepat saat ini. Oleh karena itu, ia pun mengimbau para wisudawan untuk memiliki integritas yang baik dalam ranah pribadi maupun masyarakat.

“Alumni Undip harus menjadi panglima kebaikan,kebenaran serta inovasi di segala bidang,” ujar Yos dalam siaran pers yang diterima Semarangpos.com, Jumat (4/5/2018).

Rektor berharap para lulusan Undip memiliki keahlian akademik dan non-akademik yang selalu aktif dan berguna bagi nusa dan bangsa. Dalam transformasi Undip menjadi perguruan tinggi negeri badan hukum (PTN-BH), kualitas alumni Undip harus dapat dipertanggung jawabkan.

Wakil Rektor Akademik dan Kemahasiswaan Undip, Muhammad Zainuri, menyampaikan bahwa dari seluruh wisudawan periode kali ini terdapat 901 orang atau sekitar 39,48% di antaranya berpredikat cumlaude.

Lebih lanjut, Prof. Zainuri juga menambahkan bahwa pada wisuda tahap ini terdapat wisudawan asal Libya, Waleed Saed Omran Ali, yang menyelesaikan kuliah di program Magister Teknik Mesin, serta Carlito Da Costa dari Timor Laste yang menyelesaikan pendidikan di Magister Teknik Kimia.