Kecelakaan Maut Brebes Dipicu Beban Muatan Truk Berlebih

Warga memerhatikan rumah yang tertabrak truk di jalur tengah Tegal-Purwokerto, Desa Jatisawit, Bumiayu, Brebes, Jawa Tengah, Minggu (20/5 - 2018). (Antara/Oky Lukmansyah)
22 Mei 2018 07:50 WIB Newswire Semarang Share :

Sopir truk tronton Pratomo Diyanto, 47, warga Kabupaten Cilacap menjalani perawatan di RSUD Brebes setelah truk yang dikemudikan menabrak belasan kendaraan dan bangunan rumah dan mengakibatkan 11 korban tewas. (Antara-Kutnadi)

Semarangpos.com, BREBES — Kecelakaan yang menewaskan 11 orang di Jl. Diponegoro, Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jateng diduga dipicu muatan truk yang berlebihan. Demikian kesimpulan sementara olah tempat kejadian perkara (TKP) oleh Ditlantas Polda Jateng.

"Truk bermuatan gula pasir itu tidak mengalami hal fungsi rem atau rem yang tidak blong, tetapi adanya beban muatan yang berlebih," kata Dirlantas Polda Jateng Kombes Pol. Bakharudin di Brebes, Senin (21/5/2018).

Menurut dia, dari hasil Tim Traffic Accident Analysis Ditlantas Polda Jateng, ada beberapa penyebab kecelakaan, yaitu mulai jalan turunan yang panjang sehingga beban truk yang banyak menjadikannya terus melaju tidak terkendali.

Truk berpelat nomor H 1996 CZ bermuatan gula pasir menabrak 13 sepeda motor, satu unit mobil, dan menghancurkan sejumlah bangunan rumah. Selain itu, kasus kecelakaan tersebut mengakibatkan 11 korban meninggal dunia dan 10 korban lainnya mengalami luka-luka.

Adapun pengemudi truk tronton Pratomo Diyanto, 47, warga Kecamatan Sampang, Kabupaten Cilacap, Jateng, kini sedang menjalani perawatan medis di Ruang Dahlia RSUD Brebes karena mengalami luka ringan pada bagian kepala serta luka lecet pada bagian tangan dan kakinya. Orang tua sopir truk, Bambang, 70, mengatakan bahwa anaknya sudah lama menjalani profesi sebagai sopir truk tronton.

"Sudah puluhan tahun anak saya jadi sopir truk, kemungkinan sudah lebih dari 20 tahun. Jadi, selama ini enggak ada masalah," katanya.

Menurut dia, truk tronton bermuatan gula pasir itu semula diangkut dari pabrik gula di Cilacap untuk dibawa ke Semarang. "Sebenarnya, muatan gula pasir itu mau dikirim ke Semarang. Akan tetapi, di tengah perjalanan tertimpa musibah. Saat ini, saya hanya bisa pasrah melihat kondisi anak yang saat ini masih terbaring lemah di rumah sakit," katanya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Antara