Jukir Semarang Ikrarkan Anti-Pungli, Parkir Liar di BKB Masih Dikeluhkan

Para jukir mengucap ikrar anti-pungli di halaman Balai Kota Semarang, Jateng, Kamis (24/5 - 2018). (Instagram/@hendrarprihadi)
25 Mei 2018 10:50 WIB Ginanjar Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG - Sejumlah juru parkir (jukir) mengikuti apel Ikrar Anti-Pungli di halaman Balai Kota Semarang, Jl. Pemuda, Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng), Kamis (24/5/2018). Dalam apel itu, para jukir berjanji menolak segala hal yang berkaitan dengan pungutan liar (pungli).

Kegiatan itu kemudian dipamerkan Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi di akun Instagramnya, @hendrarprihadi. "Juru parkir se-Kota Semarang sudah siap untuk menaati aturan dengan Ikrar Setop Pungli," tulis sang wali kota Semarang dengan menyertakan beberapa foto.

Namun, kabar yang disampaikan Hendi—sapaan akrab Hendrar Prihadi—itu justru mengundang keluhan dari warganet. Mereka seakan-akan tak memedulikan ikrar para jukir itu dan mengeluhkan parkir liar di sejumlah kawasan di Kota Semarang.

Lokasi parkir  liar yang banyak dikeluhkan warganet kepada Wali Kota Semarang adalah kawasan Banjir Kanal Barat. Meraka juga menjelaskan ada sejumlah orang yang melakukan pungli terhadap pengunjung di kawasan Banjir Kanal Barat. "Tolong pak, di Banjir Kanal Barat sering ada dua preman yang malak uang parkir Rp3.000, katanya Banjir Kanal Barat bebas parkir. Tolong ditindaklanjuti," tulis pengguna akun Instagram @wachid.liem.

"Buat Bapak Wali Kota tolong untuk ditertibkan yang minta parkir Rp3.000 di Banjir Kanal Barat, setiap saya nongkrong di Banjir Kanal Barat mesti dimintai parkir Rp3.000, padahal aku di situ istirahat menghilangkan stres," ungkap pengguna akun Instagram @mbahwir99.

Dengan banyaknya keluhan itu, sang wali kota Semarang belum memberikan tanggapan. Ia hanya mengingatkan kepada warganya agar tak memarkir kendaraan di tempat yang bukan semestinya di Kota Semarang demi mencegah pungli. "Pastikan bukan kita justru yang gagal paham karena parkir di tempat tidak semestinya," tandas Hendrar Prihadi.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya