Pikat Wisatawan, Kota Lama Dilengkapi Properti Foto

Sejumlah pelajar berfoto dengan seniman manusia patung yang menjadi salah satu properti foto, selain sepeda dan becak hias di kawasan Kota Lama Semarang. (Antara/Zuhdiar Laeis)
18 September 2018 12:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Keberadaan properti untuk berfoto berupa sepeda, becak, hingga manusia patung memikat para wisatawan yang datang di Taman Srigunting di kawasan Kota Lama Semarang, Jawa Tengah.

Sejumlah wisatawan terlihat memanfaatkan properti-properti foto yang terpajang di Taman Srigunting Semarang, Senin (17/9/2018), untuk berfoto dan berswafoto dengan memasukkan uang seikhlasnya ke dalam kaleng. Di taman persis di samping Gereja Blenduk itu tersedia sejumlah properti untuk berfoto, seperti sepeda antik, becak hias, dan manusia patung, lengkap dengan aksesorinya, seperti bunga dan topi.

Meski kawasan Kota Lama sedang direvitalisasi, wisatawan tetap datang silih berganti ke kawasan yang penuh bangunan tua itu, termasuk di Taman Srigunting untuk menikmati suasana sembari berfoto. Selain properti, suasana di Taman Srigunting juga terlihat semarak dengan dipasangnya lampu hias, ditambah irama musik yang mengalun dari speaker menyerupai batu yang terpasang di setiap sudutnya.

Sebagaimana diungkapkan Nanang Widiantoro, 46, penyedia properti foto di Taman Srigunting, sudah sejak dua tahun ini dirinya menyediakan properti foto itu untuk memfasilitasi wisatawan berfoto. "Saya inisiatif sendiri menyediakan properti ini, melihat kurangnya pengunjung dan wisatawan yang datang ke taman ini. Ternyata, diminati juga oleh wisatawan untuk berfoto," katanya.

Sejak awal, ia tidak mematok tarif bagi wisatawan yang memanfaatkan properti yang disediakannya untuk berfoto, melainkan hanya menempatkan kaleng yang tinggal dimasukkan uang secara sukarela. Setidaknya, ada dua properti yang disediakannya di taman itu, yakni sepeda kebo dan becak antik, beserta topi dan bunga sebagai aksesoris pelengkap bagi wisatawan yang ingin berfoto.

Meski pengunjung membayar sukarela, Nanang mengaku pendapatannya dari penyewaan properti itu cukup lumayan sekitar Rp50.000/hari-Rp100.000/hari, dengan modal awal yang dikeluarkannya Rp2 juta. "Saya sudah izin ke dinas untuk penyediaan properti ini. Boleh, asal tidak menutupi jalan. Ya, sekaligus bantu-bantu jaga kebersihan dan keamanan agar pengunjung nyaman," katanya.

Penyedia properti foto lainnya, Winarti, 46, mengaku sejak adanya properti-properti foto itu banyak wisatawan yang datang ke Taman Srigunting, baik rombongan maupun pribadi. Bahkan, perempuan asli Semarang itu sanggup meraup Rp100.000/hari-Rp200.000/hari dari penyewaan properti itu karena lebih aktif dan interaktif melayani wisatawan untuk berfoto, tetapi tetap tak mematok tarif.

"Saya ingin memberikan kesan yang baik agar mereka [wisatawan] dapat berkunjung kembali. Ya, harapan saya bisa lebih banyak wisatawan yang datang ke sini," kata Winarti.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Antara