Dilempar Batu hingga Dikeroyok, Berikut Deretan Tragedi Maut Jakmania dan Bobotoh

Ilustrasi suporter Persija Jakarta dan suporter Persib Bandung. (Instagram/infokomjakmania/galeribobotoh)
25 September 2018 15:55 WIB Ginanjar Saputra Indonesia Share :

Solopos.com, SOLO — Publik pencinta sepak bola Indonesia tengah berduka. Pasalnya, salah satu pendukung Persija Jakarta atau yang disebut The Jakmania, Haringga Sirila, harus meregang nyawa di tangan sekelompok orang yang mengaku sebagai Bobotoh—sebutan bagi pendukung Persib Bandung—kala hendak menonton pertandingan Liga 1 Indonesia antara Persib Bandung dan Persija Jakarta di Sadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Kota Bandung, Jawa Barat (Jabar), Minggu (23/7/2018).

Namun kisruh antara suporter Persija Jakarta dan suporter Persib Bandung yang berakhir maut tak hanya sekali terjadi. Sejak 2012 silam, ada enam korban tragedi maut, termasuk yang menewaskan Haringga Sirila.

Berdasarkan catatan Save our Soccer yang dikutip pada laman Liputan6.com, ada tiga Bobotoh dan tiga The Jakmania yang tewas terkait laga antara Persija dan Persib Bandung sejak 2012 silam. Beberapa penyebab, mulai dari dilempar batu hingga dikeroyok pun menewaskan para suporter.

Tiga Bobotoh Tewas

Pada 27 Mei 2012 silam, sebanyak tiga anggota Bobotoh, Rangga Cipta Nugraha, 22, Lazuardi, 29, Dani Maulana, 17, meregang nyawa setelah terlibat keributan pada laga antara Persija Jakarta dan Persib Bandung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK). Liputan6.com melaporkan ketiga pria itu tewas dikeroyok seusai laga Persija Jakarta kontra Persib Bandung yang berakhir imbang 2-2.

Kisruh suporter yang menewaskan ketiga anggota Bobotoh itu dipicu pihak kepolisian yang melarang Bobotoh masuk ke dalam stadion. Karena itulah meletus keributan yang menewaskan Rangga, Lasuardi, dan Dani.

Dua The Jakmania Tewas

Tragedi maut belum berhenti sampai di situ saat The Jakmania yang hendak pulang ke Jakarta setelah menonton pertandingan Persija Jakarta melawan Persib Bandung di Stadion Manahan, Solo, 5 November 2016 silam, terlibat keributan dengan beberapa orang yang diduga sebagai suporter Persib Bandung di Tol Palimanan.

Berdasarkan keterangan The Jakmania di laman Liputan6.com, kejadian bermula saat bus yang ditumpangi The Jakmania memasuki pintu Tol Palimanan. Saat itu, tiba-tiba ada sekelompok orang yang melempari batu ke arah bus The Jakmania.

Saat beberapa anggota The Jakmania berusaha mengejar para pelempar batu, mereka malah dikeroyok hingga menelan satu korban jiwa. Harun Al Rasyid Lestaluhu alias Ambon, 30 , anggota The Jakmania Korwil Kalimalang, tewas dalam kejadian tersebut.

Di hari yang sama, salah satu anggota The Jakmania, Gilang, 24, juga tewas dalam perjalanan pulang ke Pekalongan setelah menonton laga antara Persija Jakarta dan Persib Bandung di Stadion Manahan, Kota Solo. Bukan karena bentrokan, Gilang meninggal dunia karena menjadi korban kecelakaan lalu lintas di kawasan Ungaran, Kabupaten Semarang.

Terakhir

Terakhir, ada nama Haringga Sirila yang membuat publik pencinta sepak bola di Indonesia berduka. Haringga, 23, warga Cengkareng, Jakarta Barat, menjadi korban pengeroyokan sekelompok orang yang mengaku sebagai bobotoh menjelang laga Liga 1 Indonesia antara Persib Bandung dan Persija Jakarta di sekitar Stadion GBLA, Kota Bandung, Jabar, Minggu (23/9/2018).

Berdasarkan video yang viral di media sosial, Haringga dikeroyok dengan dipukuli menggunakan berbagai benda tumpul dan dengan diinjak-injak. Darah yang mengucur dari kepala Haringga belum bisa membuat sekelompok orang itu menghentikan aksinya. Hingga akhirnya, Haringga harus tewas sebelum menyaksikan tim kesayangannya berlaga.

Tentu sederet tragedi maut itu memicu keprihatinan berbagai pihak. Banyak yang berharap Haringga Sirila menjadi korban terakhir dari kisruh suporter di Indonesia.

Sumber : Liputan6.com