Tokoh Lintas Agama Gelar Srawung Persaudaraan, Uskup Agung Semarang Beri Kejutan

Para tokoh lintas agama yang menjadi panitia Srawung Persaudaraan melepas burung merpati sebagai simbol perdamaian di halaman depan UTC, Sampangan, Kota Semarang, Kamis (25/10 - 2018). (Semarangpos.com/Imam Yuda S.)
26 Oktober 2018 09:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Keuskupan Agung Semarang (KAS) akan menggelar acara bertajuk Srawung Persaudaraan Sejati Orang Muda Lintas Agama di UTC, Sampangan, Kota Semarang, Jumat-Minggu (26-28/10/2018). Acara yang melibatkan sekitar 1.000 pemuda lintas agama itu juga akan dimeriahkan pergelaran sendratari yang akan diikuti Uskup Agung Semarang, Monsinyur Robertus Rubyatmoko.

“Sendratari nanti akan diikuti sekitar 100 orang. Pesertanya anak-anak muda dan tokoh agama. Sendratarinya ditampilkan Jumat nanti sekitar pukul 16.00 WIB sebagai acara pembukaan,” terang Ketua Komisi Hubungan Antar-Kepercayaan KAS sekaligus Ketua Panitia Srawung Persaudaraan, Rama Aloys Budi Purnomo, saat jumpa pers di UTC, Kamis (25/10/2018) sore.

Pria yang akrab disapa Rama Budi itu menambahkan pihaknya memang sengaja menggelar sendratari sebagai acara pembuka kegiatan tersebut. Ia menginginkan konsep yang berbeda dari acara yang pernah ada sebelumnya.

Sendratari yang diikuti Uskup Agung Semarang itu juga akan diselingi doa-doa dari para pemuka agama di Kota Semarang. Tujuannya tak lain untuk menunjukkan persatuan di kalangan umat beragama yang majemuk atau beragam.

Untuk mematangkan acaranya, Rama Budi mengaku para pemain sendratari telah berlatih sejak April lalu. Rama Ruby, panggilan akrab Uskup Agung Semarang, akan didapuk memerankan sosok guru dari unsur Katoli yang menasehati Joko Kendil sebagai tokoh utama. Sendratari ini rencana dimainkan dalam durasi sekitar 1,5 jam.

Selain Rama Ruby, tokoh agama lain yang akan turut serta dalam sendratari itu, antara lain Ali Mufiz, Bante Chatamano, Pendeta Sediyoko, Cik Ling-Ling, Eko, dan Andi Tjok.

Pemilihan tokoh Joko Kendil dalam ajang sendratari sebagai simbol orang muda yang punya optimisme tinggi dalam mewujudkan peradaban kasih tanpa diskriminasi.

“Kadang kan orang muda sering diremehkan. Pesannya sih untuk mengajak masyarakat untuk jangan saling meremehkan. Membangun persaudaraan sejati, tanpa sekat dan tidak saling menyakiti,” tutur pastur berambut gondrong tersebut.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya