Pertahanan Buruk, Indonesia Dibantai Thailand 2-4

Riko Simanjuntak (kanan) berebut bola dengan pemain Thailand Thitiphan Puangjan (kiri) dalam laga lanjutan Piala AFF 2018 di Stadion Nasional Rajamangala, Bangkok, Thailand, Sabtu (17/11 - 2018). (Antara / Akbar Nugroho Gumay)
17 November 2018 20:41 WIB Adib Muttaqin Asfar Indonesia Share :

Solopos.com, BANGKOK -- Timnas Indonesia kembali menyerah dari tim kuat Thailand di Stadion Rajamanggala, Bangkok, Thailand, Sabtu (17/11/2018). Buruknya performa pemain dalam bertahan membuat Indonesia kebobolan empat gol, ditambah pola serangan yang mudah terbaca lawan. 

Sebenarnya Indonesia mampu tampil baik di babak pertama dan mengimbangi permainan Thailand. Bahkan Indonesia sempat unggul lebih dulu melalui sepakan keras Zulfiandi di menit 29. Berawal dari sepak pojok di sisi kanan pertahanan Thailand, Zulfiandi yang menerima bola melepaskan tembakan keras ke pojok kanan atas gawang dan gol. Indonesia unggul 1-0.

Namun, sampai di situ saja pemain Indonesia tampil baik. Thailand yang tertinggal berupaya membalas menekan, namun masih bisa dibendung pertahanan Indonesia yang masih rapat.

Titik balik permainan Indonesia terjadi di menit 36, saat tembakan keras tepat sasaran dari pemain Thailand memaksa Awan Setho berjibaku menepis bola. Sayangnya, kiper Bhayangkara FC itu tidak mampu mengantisipasi saat sepak pojok melengkung pemain Thailand disambar dengan sundulan kepala W Korrakot. Skor berubah jadi 1-1.

Menit 43, Andik Vermansyah harus ditarik keluar karena cedera dan digantikan Febri Haryadi. Winger Persib Bandung itu langsung mengancam dengan melepaskan bola ke arah gawang Thailand. Namun, tendangannya terlalu pelan.

Petaka bagi Indonesia menjelang turun minum. Menjelang jeda, pertahanan Indonesia justru kecolongan oleh gol Pansa Hemviboon di menit 45+3. Thailand pun berbalik unggul 2-1.

Babak Kedua

Di babak kedua, kedua tim bergantian saling menekan. Di menit 51, serangan Thailand kembali membahayakan gawang Indonesia dengan sebuah tendangan keras dari luar kotak penalti. Beruntung bola masih melayang di atas mistar gawang Awan Setho.

Semenit kemudian, Indonesia balik menekan dari sayap kiri. Fabri Haryadi melepaskan tendangan ke gawang Thailand namun bola masih mudah ditepis oleh kiper lawan.

Indonesia kembali melakukan tekanan beruntun ke jantung pertahanan Thailand di menit 62. Pergerakan Riko di sisi kanan dibantu Putu Gede menghasilkan umpan silang area penalti Thailand. Sayang tidak ada pemain Indonesia yang berdiri bebas di mulut gawang.  Upaya berikutnya dilakukan oleh Beto yang mengirim umpan terobosan kepada Lilipaly. Sayangnya Lilipaly telanjur maju ke depan dan sudah terjebak di posisi offside.

Namun masalah dalam transisi dari menyerang ke bertahan kembali jadi hukuman bagi Indonesia. Di menit 65, C Kerdkaew melepaskan tendangan keras ke gawang Awan Setho. Tak ada pemain bertahan yang menutup pertahanan sehingga kiper kedua Indonesia itu tak mampu mengantisipasi bola dan terjadi gol.

Unggul 3-1, Thailand bermain lebih santai dan cukup mengandalkan serangan balik mematikan. Para pemain Thailand benar-benar melihat kelemahan para pemain Indonesia yang kacau saat bertahan.

Di menit 74, para pemain Thailand melihat area pertahanan Indonesia yang ditinggalkan para pemainnya. Serangan balik cepat hanya melalui tiga pemain dilakukan melalui umpan terobosan panjang yang akurat. Kiper Awan Setho yang sendirian terlalu maju ke depan tak mampu memblok tendangan melambung Pokklaw. Indonesia kian tertinggal 1-4.

Berikutnya, pola serangan Indonesia yang kerap mengandalkan tusukan dari sayap mudah terbaca lawan. Pergerakan mereka selalu cepat ditutup oleh bek-bek lawan. Justru pemain Thailand yang kerap menemukan celah di pertahanan Indonesia saat Indonesia asyik menyerang.

Serangan Indonesia baru bisa berbuah gol kedua pada menit 90. Berawal dari tusukan Riko, Indonesia mendapatkan sepak pojok. Bola tendangan Riko disambut oleh Fakhrudin yang meluncur deras ke gawang Thailand. Thailand 4, Indonesia 2.

Indonesia mengurung pertahanan Thailand di empat menit terakhir. Sedikitnya Indonesia mendapatkan peluang emas melalui tendangan keras Evan Dimas yang masih bisa ditepis kiper Thailand. Berikutnya, terjadi kemelut di gawang Thailand namun tak ada gol tambahan hingga akhir laga.