Guru Besar 11 PTN-BH Kumpul di Semarang, Ada Apa?

Para guru besar dari 11 PTN-BH menggelar jumpa pers di sela-sela Seminar Nasional Interaktif Jati Diri Bangsa di Hotel Grand Candi, Semarang, Jumat (16/11 - 2018). (Semarangpos.com/Imam Yuda S.)
17 November 2018 10:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Sejumlah guru besar dari 11 perguruan tinggi negeri (PTN) berbadan hukum (BH) se-Indonesia berkumpul di Semarang selama empat hari, Rabu-Jumat (14-16/11/2018). Mereka berkumpul dalam rangka menggelar acara Seminar Interaktif Jati Diri Bangsa: Merajut dan Menguhkan Jati Diri di Hotel Grand Candi Semarang, Jawa Tengah.

“Seminar nasional jati diri bangsa ini merupakan kelanjutan program-program yang telah dirancang Majelis Dewan Guru Besar [MDGB] di Indonesia. Seminar ini juga sebagai upaya kami dalam menyikapi situasi internal bangsa yang dipengaruhi krisis sosial dan budaya, serta pelunturan jati diri,” ujar Ketua Panitia seminar, Prof. Iriyanto Widisuseno, saat dijumpai wartawan di sela-sela seminar, Jumat.

Selama empat hari seminar berlangsung, berbagai topik terkait permasalahan bangsa dibahas dalam acara ini. Berbagai narasumber pun didatangkan, salah satunya anggota Dewan Pengarah Dewan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Mahfud M.D.

Sementara itu, Ketua MDGB, Prof. M. Yusran Massijaya, menyebutkan organisasinya merupakan perkumpulan dari guru besar 11 PTN-BH di Indonesia. 11 PTN-BH itu, yakni Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Gadjah Mada (UGM), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Indonesia (UI), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Univesitas Sumatra Utara (USU), Universitas Airlangga (Unair), Universitas Padjajaran (Unpad), Universitas Diponegoro (Undip), Universitas Hasanuddin (Unhas), dan Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya (ITS).

“Tujuan dibentuknya organisasi ini adalah sebagai organisasi para pemikir. Gagasan yang ada dalam forum ini, nantinya akan disampaikan kepada pemerintah sebagai masukan untuk mencari solusi permasalahan bangsa, seperti korupsi, jati diri bangsa yang mulai terkoyak, hingga isu-isu yang strategis,” kata Yusran.

Yusran menambahkan MDGB juga bertujuan untuk menyatukan pemikiran antara guru-guru besar se-Indonesia, baik yang berasal dari PTN-BH maupun bukan. Total ada sekitar 5.500 guru besar yang saat ini dimiliki Indonesia, di mana 2.445 orang atau sekitar 48% bertugas di 11 PTN-BH.

“Maka itu, guru besar di Indonesia ini cukup banyak dan enggak mudah menyatukan mereka dalam satu pemikiran. Makanya, kita harus menyinergikan. Tentunya tidak mudah, karena pemikiran setiap guru besar itu tidak monoton,” imbuh Yusran.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya