Siapkan 15.000 Tiket, Persijap Izinkan Suporter PSIS Datang

Tim PSIS Semarang. (Liga/indonesia.id)
22 November 2018 08:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, JEPARA — Duel berstatus derbi akan tersaji pada laga Babak 64 Besar Piala Indonesia saat Persijap Jepara bersua rival satu daerah, PSIS Semarang, di Stadion Gelora Bumi Kartini, Jepara, Jumat (24/11/2018).

Meski kedua tim saat ini berbeda kelas, laga ini diprediksi berlangsung menarik dan sangat dinanti pendukung setia kedua tim. Apalagi, Persijap yang saat ini berlaga di Liga 3, pernah merasakan rivalitas sengit dengan PSIS Semarang yang berkompetisi di Liga 1.

Menghadapi laga klasik ini, panitia pelaksana (Panpel) Persijap pun telah melakukan segala bersiapan. Selain mempersiapkan izin keamanan, Panpel Persijap juga telah mencetak tiket sekitar 15.000 lembar.

Ketua Panpel Persijap, Arief Setiadi, menyebutkan 15.000 lembar tiket itu, 3.000 lembar di antaranya diperuntukkan bagi suporter tamu alias pendukung PSIS Semarang. Suporter PSIS Semarang rencana ditempatkan di tribune VIP, baik kanan maupun kiri.

“Kami sudah berkoordinasi dengan aparat kepolisian, suporter tamu diperbolehkan untuk datang,” ujar Arief kepada Semarangpos.com, Rabu (21/11/2018).

Sementara untuk suporter Persijap, Arief mengaku akan membagi dalam tiga kelompok secara terpisah. Kelompok suporter Curva Nord Syndicate (CNS) akan ditempatkan di tribune utara. Sementara, kelompok Jepara Tifosi Mania (Jetman) di tribune bagian timur sisi selatan dan Barisan Suporter Persijap Sejati (Banaspati) di tribune selatan dan utara.

Dalam pertandingan ini, pria yang biasa dipanggil Ghozi ini berupaya mempersiapkan pertandingan sebaik mungkin. Ia juga mengimbau kepada suporter tamu untuk tetap menjaga ketertiban selama di Jepara.

“Kami minta suporter tamu yang datang untuk menjaga ketertiban selama berada di Jepara. Sedangkan untuk suporter tuan rumah, kami minta jadilah suporter yang baik. Semoga ini menjadi momentum mempersatukan kedua suporter yang sudah lama tak bertemu,” tutur mantan jurnalis sebuah surat kabar terbesar di Solo itu.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya