Hukuman Taruna Akpol Penganiaya Junior Hingga Tewas Diperberat MA

Para taruna Akpol Semarang yang menjadi terdakwa penganiayaan hingga menewaskan M.Adam dijatuhi hukuman bervariasi dalam sidang di PN Semarang, Rabu (17/12 - 2017). (Antara/I.C.Senjaya)
22 November 2018 07:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Mahkamah Agung (MA) memperberat hukuman terhadap empat taruna Akademi Kepolisian (Akpol) Semarang pelaku penganiayaan yang menewaskan junior mereka, Brigadir Taruna II M. Adam.

Juru bicara Pengadilan Negeri Semarang Eko Budi Supriyanto  mengonfirmasi tentang sudah putusnya kasasi jaksa penuntut umum dalam perkara itu. "Salinan putusannya sudah kami terima dan sudah diteruskan kepada penuntut umum serta terdakwa," kata hakim PN Semarang ini di Semarang, Jawa Tengah, Rabu (21/11/2018).

Selanjutnya, kata dia, merupakan wewenang jaksa untuk menindaklanjuti putusan itu. Dalam putusan tersebut, MA menjatuhkan hukuman tiga tahun terhadap keempat terdakwa, masing-masing Christian Atmadibrata Sermumes, Gibrail Charthens Manorek, Martinus Bentanone, dan Gilbert Jordi Nahumury.

Putusan tersebut dibacakan oleh ketua majelis hakim Sofyan Sitompul dalam sidang yang digelar Juli 2018 lalu. Vonis tersebut sama dengan tuntutan jaksa saat sidang pada tingkat pertama di PN Semarang.

Pada sidang tingkat pertama tersebut, PN Semarang menjatuhkan hukuman satu tahun penjara kepada Christian Atmadibrata Sermumes. Sementara itu, tiga terdakwa lainnya dijatuhi hukuman enam bulan dan 20 hari penjara.

Dalam pertimbangannya, hakim agung menyatakan perbuatan para terdakwa memenuhi unsur-unsur dalam Pasal 170 ayat (2) KUHP,  berdasarkan pertimbangan dan fakta hukum yang relevan secara yuridis.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Antara