Real Madrid Vs Rayo Vallecano: Penebusan Dosa Los Blancos!

Real Madrid (Reuters/Javier Barbancho)
15 Desember 2018 09:25 WIB Chrisna Chaniscara Dunia Share :

Solopos.com, MADRIDReal Madrid baru saja menorehkan sejarah kelam di Liga Champions seusai dibantai CSKA Moskow 0-3 di Santiago Bernabeu, Kamis (13/12/2018). Ini menjadi kekalahan terbesar Madrid sepanjang keikutsertaannya di kompetisi Eropa. Kekalahan memalukan itu kontan membuat para pemain Madrid banjir cemoohan di akhir pertandingan.

Beruntung akhir pekan ini Los Blancos “hanya” akan menghadapi Rayo Vallecano dalam lanjutan Liga Spanyol pekan ke-16 di Santiago Bernabeu, Minggu (16/12/2018) dini hari WIB. Los Frajirrojos, julukan Vallecano, memang sebaik-baik pelampiasan bagi Los Blancos. Maklum Vallecano kini berada di peringkat ke-19 dengan 10 poin dari 15 pertandingan.

Madrid pun unggul amat mencolok dari segi rekor pertemuan. Los Blancos selalu menang dalam 16 perjumpaan terakhir dengan Vallecano di Liga Primera. Dalam laga kandang terakhir melawan Vallecano, Desember 2015, Madrid bahkan pernah menang dengan skor gila, 10-2.

Bek Madrid, Marcelo, mengakui timnya harus segera bangkit seusai kekalahan dari CSKA Moskow. Dia menyebut siulan para Madridista adalah sinyal bagi tim agar segera berbenah. Musim ini Madrid memang tampil tak konsisten. Dari 24 laga yang dijalani di semua ajang, Isco dkk. sudah takluk delapan kali.

“Saat para fans menyiuli, jelas bahwa anda harus berubah. Fans tepat melakukan itu,” kata Marcelo seperti dilansir Realmadrid.com, Kamis (13/12/2018).

Jika menang, Madrid berpotensi merangsek ke posisi kedua sambil berharap Sevilla dan Atletico Madrid kalah di pekan yang sama. Vallecano sendiri amat payah jika tampil di kandang lawan. Jose Angel Pozo dkk. selalu kalah dalam empat laga tandang terakhir. Mereka juga selalu kebobolan minimal dua gol dalam lima dari enam laga terkini di Liga Primera.

Situasi tim tamu semakin rumit setelah mereka harus kehilangan top scorer mereka yang notabene pinjaman dari Madrid, Raul de Tomas. Berdasarkan kesepakatan, pemain yang telah mengemas empat gol itu tak bisa bermain melawan klub asalnya.