Teknologi Garis Gawang Bikin Fans Liverpool Patah Hati

Bola ke gawang Manchester City dinyatakan tidak gol melalui teknologi garis gawang pada laga di Etihad Stadium, Manchester, Jumat (4/1/2019) dini hari WIB. - Foxsports
04 Januari 2019 23:10 WIB Hanifah Kusumastuti Dunia Share :

Solopos.com, MANCHESTER—Kecanggihan teknologi garis gawang membuat fans Liverpool kecewa saat turun di markas Manchester City, Etihad Stadium, Manchester, Jumat (4/1/19) dini hari WIB. Teknologi itu menjelaskan kejadian kontroversial pada menit ke-20 ketika bola sudah masuk ke gawang City, namun dinyatakan tidak gol.

Awalnya bola hasil tembakan winger Liverpool, Sadio Mane, membentur tiang gawang City. Bola rebound tendangan Mane kemudian berusaha dihentikan bek City, John Stones dan kiper City, Ederson Moraes. Stones dan Moraes berebut membuang bola, tapi keduanya malah bertubrukan. Nahas, bola justru mengarah ke gawang mereka. Untung Stones dengan sigap berlari dan menyapu bola persis di garis gawang.

Tak sedikit yang mengira Stones melakukan gol bunuh diri konyol dan Liverpool unggul 1-0. Tapi, teknologi garis gawang menyatakan itu bukan gol. Sebab, bola masih 11 milimeter (MM) atau sekitar 1,12 cm di garis gawang. Padahal, dalam aturan FIFA, bisa dikatakan gol jika bola telah 100 persen melewati garis gawang.

Wasit Anthony Taylor telah membuat keputusan tepat dengan tidak mengesahkan gol Liverpool. Ofisial pertandingan bisa dengan mudah menentukan gol atau bukan dengan bantuan teknologi garis gawang. Sebab, sinyal langsung menyala pada jam yang mereka kenakan jika bola telah 100 persen melewati garis gawang. Transmisi informasi itu membutuhkan waktu sekitar satu detik, setelah wasit memberikan respons.

Seandainya Liverpool bisa memimpin terlebih dahulu, bukan mustahil pasukan Jurgen Klopp bisa  menghindari kekalahan 1-2 dalam pertandingan yang krusial menentukan gelar Liga Premier musim ini tersebut. Tapi, faktanya mereka kemudian tertinggal 0-1 oleh gol Sergio Aguero. Meski sempat menyamakan kedudukan dengan gol Roberto Firmino, Liverpool kembali tertinggal karena aksi Leroy Sane di babak kedua.

City pun berbahagia dan menjadikan Stones sebagai salah satu pahlawan kemenangan mereka pada lanjutan Liga Premier tersebut. Manchester Evening News sampai menyebut aksi Stones di garis gawang City dengan istilah "Miracle Clearance" (Sapuan Ajaib). "Saya berusaha sekuat tenaga [membuang bola], saya yang paling berpeluang dan saya tahu ini nyaris [gol]. Saya senang karena bola tidak melewati garis gawang [100 persen]! Itu [jika gol] itu bisa saja mengubah pertandingan," jelas Stones, seperti dilansir dailystar.co.uk.