Ketat! Indra Sjafri Siap Coret Pemain Tak Berkualitas di Timnas U-22

Timnas Indonesia (Antara Foto/Akbar Nugroho Gumay)
08 Januari 2019 17:25 WIB Newswire Indonesia Share :

Solopos.com, JAKARTA - Indra Sjafri telah memanggil 38 pemain untuk mengikuti pemusatan latihan Timnas U-22. Indra bakal menerapkan sistem promosi dan degradasi pada masa pemusatan latihan tersebut. Indra mengaku tak akan segan untuk mencoret pemain yang tak sesuai.

Pemusatan latihan Timnas U-22 itu sebagai persiapan menuju Piala AFF U-22 di Kamboja, Februari 2019 mendatang. Selain itu, mereka juga disiaplan untuk Kualifikasi Piala Asia U-23 2020 di Thailand pada pertengahan tahun, serta SEA Games 2019 di Filipina pada November.

Indra menyatakan pemusatan latihan ini bisa menjadi seleksi untuk menuju turnamen resmi. Meski baru pemusatan latihan perdana, Indra langsung menerapkan sistem promosi dan degradasi. Dia ingin segera mencari pemain yang berkualitas yang sesuai dengan kebutuhannya.

"Saya yakin mereka adalah anak-anak yang baik yang bermain untuk klub mereka masing-masing. Tetapi kita butuh pemain, dari yang terbaik ini, yang lebih baik lagi. Intinya yang paling baik yang kita cari, Oleh sebab itu, di samping kita melakukan pengamatan teknis, kita juga kemarin sudah ada tes kesehatan," terang Indra seperti dikutip dari Suara.com, Selasa (8/1/2019).

"Yang kedua, besok kita ada psikotes dan tes intelegensi. Dan juga hari ini ada tes fisioterapi terhadap kondisi tubuh mereka. Dan tanggal 12 akan ada degradasi (pencoretan pemain), saya jamin pasti ada degradasi," imbuhnya.

Indra menambahkan dirinya masih memungkinkan untuk memanggil pemain lain yang belum masuk skuat saat ini. "Ada penjaga gawang, mungkin ada Diky Indrayana dari Bali United yang dulu di Timnas Indonesia U-19 . Juga ada dari Borneo FC kiper Nadeo Argawinata. Dan saya juga lagi meng-input beberapa informasi dari teman pelatih yang ada di klub masing-masing," jelas Indra.

"Untuk jumlah pasti, kalau memang cuma terdegradasi dua, ya kita akan panggil dua sebagai gantinya. Terdegradasi empat, kita panggil empat. Kalau terdergradasi tujuh, kita akan panggil tujuh untuk dua minggu ini. Jadi sesuai jumlah yang terdegradasi," tutup eks pelatih Bali United tersebut.

Sumber : Suara.com