Jelang Pilpres 2019, Pasoepati Pilih Netral

Kelompok suporter Persis Solo, Pasoepati. (Solopos/Sunaryo Haryo Bayu)
09 Januari 2019 08:25 WIB Chrisna Chaniscara Indonesia Share :

Solopos.com, SOLO — Maraknya kelompok pendukung klub sepak bola nasional yang memberikan dukungan pada salah satu calon presiden (capres) tertentu menjadi fenomena tersendiri jelang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. Bagi sejumlah pihak, dukungan tersebut dianggap riskan karena dapat mencederai kepercayaan terhadap kelompok suporter bersangkutan.

Pasoepati yang merupakan kelompok pendukung setia Persis Solo pun menegaskan tak akan tergiur untuk masuk politik praktis jelang Pilpres 2019. Hal tersebut kompak disampaikan Presiden Pasoepati, Aulia Haryo Suryo, dan Ketua Majelis Pasoepati, Ekya Sih Hananto. Mereka bakal mati-matian menjaga netralitas Pasoepati sebagai organisasi yang berkecimpung di olahraga. Meski demikian Pasoepati menghormati pandangan politik anggotanya selaku individu.

Sejauh ini memang cukup banyak kelompok suporter yang mendukung pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin, Setelah Viking (pendukung Persib), suporter PSM Makassar, suporter Semen Padang, suporter Persibo Bojonegoro, suporter PSPS Pekanbaru hingga Paguyuban Suporter Timnas Indonesia (PSTI) menyatakan dukungannya pada Jokowi-Ma’ruf.

Rio mengaku menghormati kelompok suporter lain yang masuk jalan politik praktis. Pihaknya sendiri tak memiliki rencana untuk membawa Pasoepati untuk mendukung capres tertentu. “Pasoepati selamanya tidak akan pernah berkecimpung di politik praktis,” tegas Rio, sapaan akrab Aulia, saat berbincang dengan Solopos.com di Solo, Selasa (8/1/2019).

Rio mengatakan puluhan ribu anggotanya memiliki beragam pandangan politik sehingga langkah penyeragaman dukungan justru bakal sangat berisiko bagi Pasoepati. Pihaknya tak ingin terjadi benturan di lingkup internal yang dapat berdampak pada kepercayaan publik terhadap Pasoepati. Meski demikian Rio mempersilakan apabila ada individu atau kelompok kecil Pasoepati mendeklarasikan dukungannya pada capres tertentu.

“Pasoepati ini kan terdiri dari korwil hingga suku, tentu mustahil mengawasi semua gerak-gerik mereka. Yang jelas DPP Pasoepati tidak akan pernah mendukung calon tertentu, apalagi sampai deklarasi,” kata dia.

Ketua Majelis Pasoepati, Ekya Sih Hananto, berkomitmen mengawasi Pasoepati agar tidak terseret ke arus politik praktis. Menurut Ekya, Pasoepati sebagai organisasi olahraga jangan sampai terpecah hanya karena kontestasi Pilpres.

“Sampai sekarang kami lihat belum ada arahan ke situ [mendukung capres tertentu]. Kalau nanti ada, kami akan segera mengingatkan,” ujar Ekya yang juga anggota DPRD Solo dari PDI Perjuangan.

Sesepuh Pasoepati, Mayor Haristanto, mewanti-wanti Pasoepati agar tetap netral. “Jangan kesana kemari, sangat riskan,” ujarnya.