Kasus Suap di Piala Soeratin Mencuat

Ilustrasi Sepak Bola (Solopos/Whisnu Paksa)
09 Januari 2019 16:25 WIB Newswire Indonesia Share :

Solopos.com, JAKARTA - Satgas Antimafia Bola mendapat laporan praktik suap di ajang Piala Soeratin 2009. Laporan itu datang dari mantan manajer klub Perseba Bangkalan, Imron Fattah.

Imron melaporkan salah seorang petinggi berinisial IB terkait kecurangan dalam pengaturan tuan rumah delapan besar Piala Soeratin seri Nasional, 2009 silam. "Ya, benar ada laporan pada Senin lalu," tutur Ketua Tim Media Satgas Antimafi Bola, Kombes Pol Argo Yuwono, seperti dikutip dari Suara.com, Rabu (9/1/2019).

Argo menjelaskan, Imron awalnya mengajukan permohonan untuk menjadi tuan rumah Piala Soeratin 2009 kepada PSSI melalui Badan Liga Amatir Indonesia (BLAI). Imron kemudian bertemu dengan Pengurus Daerah PSSI Jawa Timur berinisial HS.

"Pada saat itu, saudara HS meminta sejumlah uang sebesar Rp 140 juta sebagai syarat untuk meloloskan Perseba menjadi tuan rumah pertandingan," ungkap Argo.

Imron lantas memenuhi syarat tersebut dan mentransfer sejumlah uang sebagai bukti kesepakatan. Sampai Oktober 2009, Imron mentransfer sejumlah uang tersebut secara bertahap. "Transaksi tanggal 5 Oktober 2009 sebilai Rp40 Juta, kemudian tanggal 13 Oktober 2009 senilai Rp25 Juta, serta transaksi tanggal 6 November 2009 senilai Rp50 Juta," beber Argo.

"IB meminta kepada korban uang senilai Rp25 juta sebagai tambahan untuk persetujuan pelaksanaan pertandingan babak delapan besar Liga Remaja (Piala Soeratin) Seri Nasional 2009 yang akan dilaksanakan di Bangkalan," paparnya.

Argo mengungkapkan Imron mengirim uang tersebut ke rekening IB. Namun belakangan, Imron baru tahu bahwasanya untuk menjadi tuan rumah tidak perlu mengeluarkan uang. "Pada Desember 2009 setelah dilaksanakan pertandingan babak delapan besar Liga Remaja Seri Nasional di Bangkalan, korban baru mengetahui bahwa sebenarnya untuk jadi tuan rumah, tidak ada ketentuan untuk melakukan pembayaran," pungkas Argo.

Sumber : Suara.com